Yogyakarta — Guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan Lalu lintas dan Angkutan Pada Masa Lebaran. Rapat membahas kesiapan sarana prasarana, pengendalian lalu lintas, hingga isu-isu strategis yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan gangguan keselamatan.
Berdasarkan paparan dalam rapat, pergerakan masyarakat secara nasional pada periode Lebaran diperkirakan tetap tinggi. Pada tahun sebelumnya, mobilitas Angkutan Lebaran mencapai sekitar 154,6 juta orang, sementara untuk 2026 diproyeksikan sekitar 143,2 juta orang atau 50,6 persen dari total penduduk Indonesia melakukan pergerakan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Seksi Pengendalian Operasional Angkutan Raden Sigit Wahyu Wibowo dan dihadiri oleh unsur Polda DIY, OPD Pemerintah Daerah DIY, Dinas Perhubungan kabupaten/kota se-DIY, BPTD Kelas II Yogyakarta, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah DIY, PT Jasa Raharja Kantor Cabang Yogyakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta, PT Angkasa Pura Indonesia, Organda DIY, serta jajaran struktural dan teknis Dinas Perhubungan DIY.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional Angkutan, Raden Sigit Wahyu Wibowo menyampaikan bahwa DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama, baik untuk mudik maupun wisata pasca-Lebaran.
“Mobilitas saat Lebaran bukan hanya arus mudik dan balik, tetapi juga pergerakan wisata. Setelah bersilaturahmi, masyarakat biasanya melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata di DIY. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya di Ruang Rapat Kendalisodo, Kantor Dishub DIY, pada Rabu (25/2/2026).

Parkir dan Jembatan Kabanaran
Beberapa isu strategis menjadi perhatian, di antaranya parkir di badan jalan yang berpotensi menyebabkan penyempitan ruas, khususnya kendaraan besar dengan lebih dari tiga sumbu.
“Parkir di badan jalan masih menjadi persoalan klasik. Ini bisa memicu kemacetan bahkan kecelakaan, apalagi saat volume kendaraan meningkat drastis,” tegasnya.
Selain itu, fenomena baru muncul di Jembatan Kabanaran yang menjadi titik favorit masyarakat untuk berhenti karena memiliki panorama laut. Kondisi ini menimbulkan potensi gangguan lalu lintas dan penumpukan pedagang kaki lima.
“Kami sudah lakukan patroli, tetapi kendaraan dan PKL sering kembali. Saat Lebaran nanti, tentu volumenya akan lebih besar sehingga perlu pengawasan dan koordinasi lintas wilayah,” tambahnya.
Rencana Fungsional Tol dan Posko Lebaran
Terkait rencana fungsional Gerbang Tol Purwomartani, disampaikan bahwa sesuai hasil koordinasi sebelumnya, tol direncanakan difungsikan untuk arus balik mulai 13 Maret 2026.
“Prinsipnya, untuk Tol Purwomartani rencananya digunakan untuk arus balik saja. Namun tetap melihat perkembangan situasi dan hasil evaluasi di lapangan,” melasma.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Dishub DIY akan membuka Posko Lebaran mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Tiga posko utama disiapkan, termasuk pos pantau di wilayah Prambanan dan Jembatan Kabanaran.

Selain itu, dilakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum guna memastikan keselamatan penumpang.
“Ramp check menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi prima. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Kesiapan Sarana dan Digitalisasi Layanan
Dari sisi sarana, total lebih dari 1.000 unit angkutan disiapkan, meliputi angkutan perkotaan, AKAP, AKDP, taksi, hingga bus listrik. Kesiapan simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun juga terus dipantau.
Dishub DIY turut mengoptimalkan layanan digital, termasuk pemantauan lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS) serta penyediaan informasi rute dan parkir bagi masyarakat.
“Masyarakat bisa memantau kondisi simpang melalui ATCS. Ini bagian dari transparansi informasi agar pengguna jalan bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.
Antisipasi Titik Rawan
Beberapa titik rawan kecelakaan, kemacetan, dan genangan akibat curah hujan tinggi juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan kabupaten/kota terus dilakukan untuk memastikan kesiapan rambu tambahan, penanganan jalan berlubang, hingga pengamanan kawasan wisata seperti Malioboro dan Borobudur.
Dishub DIY berharap sinergi lintas instansi dapat memastikan kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama periode Lebaran.
“Intinya, siapa berbuat apa harus jelas. Kolaborasi menjadi kunci agar arus mudik dan balik di DIY berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” pungkasnya.***


