YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan pemantauan dan pengendalian Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 selama 18 hari, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pemantauan lalu lintas dilakukan secara terpadu melalui Back Office Jogja Smart Province, hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Kepolisian Daerah (Polda) DIY. Pemantauan mencakup pergerakan kendaraan masuk dan keluar wilayah DIY, serta pergerakan penumpang datang dan berangkat pada simpul-simpul transportasi utama.
Pemantauan arus lalu lintas dilaksanakan pada 10 titik perbatasan wilayah DIY, sementara pemantauan penumpang dilakukan pada Terminal Tipe A Giwangan dan Dhaksinarga, Terminal Tipe B Jombor dan Wates, Terminal Tipe C Semin, Stasiun Yogyakarta (Tugu), Stasiun Lempuyangan, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adisutjipto. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi Dishub DIY bersama BPTD Kelas II Yogyakarta, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-DIY, PT KAI Daop 6 Yogyakarta, serta PT Angkasa Pura I.

Gambar 1. Dishub DIY Bersama Jajaran Personil Gabungan melakukan pemantauan di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS)
Selain pemantauan, Dishub DIY juga melaksanakan pengendalian dan pengaturan lalu lintas, baik secara statis maupun mobile. Posko utama disiagakan di Simpang Prambanan dan Jembatan Kabanaran, Kabupaten Bantul, dengan melibatkan personel gabungan dari Dishub Kabupaten/Kota se- DIY, BPTD Kelas II Yogyakarta, Kepolisian, Jasa Marga, dan Satpol PP.
Gambar 2. Data Perbandingan Total Kendaraan Harian Masuk dan Keluar DIY
Pelaksanaan Traffic Counting CCTV Jogja Smart Province dilakukan di 10 (sepuluh) titik strategis keluar- masuk wilayah DIY, yang meliputi gerbang utama dan jalur alternatif, yaitu Simpang Prambanan (sisi timur), Tempel/Jembatan Krasak (sisi utara), Temon Purworejo dan jalur lintas selatan Temon Congot (Jalur Daendels) di sisi barat, Samudra Raksa Kalibawang sebagai jalur alternatif sisi utara barat, serta Kikis Joholanang sebagai jalur alternatif sisi utara timur. Selain itu, pemantauan juga dilakukan pada sisi timur wilayah DIY di perbatasan Kabupaten Gunungkidul, meliputi Rongkop, Semin, Gedangsari, hingga perbatasan Ngawen. Perluasan titik pantau ini memungkinkan perekaman volume kendaraan secara lebih komprehensif, baik pada jalur arteri utama maupun jalur-jalur alternatif. Hasil traffic counting menunjukkan bahwa selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tercatat total 6.059.259 kendaraan melintas, terdiri atas 3.158.794 kendaraan masuk dan 2.900.475 kendaraan keluar wilayah DIY. Jika dikonversikan ke dalam pergerakan orang, total mobilitas masyarakat selama periode tersebut diperkirakan mencapai 11.371.824 orang, dengan 5.715.454 orang masuk dan 5.656.370 orang keluar DIY.
Gambar 3. Data Total Volume Penumpang Datang dan Berangkat Harian DIY
Berdasarkan rekapitulasi data angkutan umum, tercatat total pergerakan penumpang (datang dan berangkat) di simpul-simpul transportasi utama mencapai 1.279.279 orang, terdiri atas 611.510 orang datang dan 667.769 orang berangkat. Dari jumlah tersebut, moda transportasi kereta api mencatatkan kontribusi terbesar. Tingginya aktivitas di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan menyumbang 58% dari total volume penumpang, menegaskan posisi kereta api sebagai moda pilihan utama masyarakat sepanjang periode Natal dan Tahun Baru kali ini.

Gambar 4. Data Total Perbandingan Orang di Nataru 2024/2025 dan Nataru 2025/2026
Dari hasil evaluasi, total pergerakan orang pada penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mengalami peningkatan sebesar 7,73 persen dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Puncak mobilitas masyarakat tercatat terjadi pada 28 Desember 2025 dengan jumlah pergerakan mencapai 655.788 orang, bergeser dari pola tahun sebelumnya yang terkonsentrasi di awal masa libur.
Selain itu, pergerakan masyarakat tahun ini cenderung lebih merata hingga awal Januari. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan fleksibilitas kerja dari lokasi lain (work from anywhere) yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat, baik bagi pekerja swasta maupun aparatur sipil negara.
Distribusi arus lalu lintas juga menunjukkan penyebaran yang lebih seimbang, tidak hanya terfokus pada jalur utama, tetapi juga pada jalur alternatif dan perbatasan, seperti Samudra Raksa Kalibawang, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS/Daendels), serta jalur-jalur perbatasan di wilayah timur DIY. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan literasi masyarakat dalam memilih rute perjalanan.
Secara umum, penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah DIY berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak terdapat kejadian menonjol terkait kecelakaan transportasi maupun gangguan bencana alam yang berdampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas.
Hasil pemantauan dan evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Dinas Perhubungan DIY dalam meningkatkan perencanaan dan manajemen transportasi pada periode libur panjang berikutnya, guna mewujudkan sistem transportasi yang andal, selamat, dan berkelanjutan. Capaian tersebut dapat terwujud dengan baik berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak yang memiliki satu tujuan bersama, yaitu memastikan kelancaran dan keselamatan mobilitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berita terkait : Informasi Jumlah Kendaraan


