Accessibility Tools

  • Yogyakarta — Guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan Lalu lintas dan Angkutan Pada Masa Lebaran. Rapat membahas kesiapan sarana prasarana, pengendalian lalu lintas, hingga isu-isu strategis yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan gangguan keselamatan.

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026 pada Minggu (1/3/2026) pukul 08.00–09.10 WIB di Halaman Kantor Dinas Perhubungan DIY. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pegawai di lingkungan Dishub DIY.

    Bertindak selaku Pembina Upacara, Sumariyoto, S.E., M.Si., yang dalam kesempatan tersebut membacakan Amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026. Dalam amanatnya, Gubernur DIY menegaskan bahwa peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada para pahlawan atas pengorbanannya bagi Ibu Pertiwi. Peringatan ini juga menjadi refleksi atas peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan serta pengakuan kedaulatan Indonesia di dunia internasional hingga Konferensi Meja Bundar. Penetapan Hari Penegakan Kedaulatan Negara sendiri telah diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa kedaulatan bangsa saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik global, ketergantungan ekonomi, hingga transformasi digital. Oleh karena itu, kedaulatan perlu dimaknai sebagai kemampuan bangsa dalam mengelola perubahan secara mandiri dan bermartabat, dengan tata kelola pemerintahan yang berintegritas serta kebijakan yang berbasis data.

    Penguatan kedaulatan, sebagaimana tertuang dalam amanat, dilakukan melalui keberanian mengambil keputusan strategis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis produktivitas dan nilai tambah, serta pelaksanaan demokrasi yang dewasa dan mempersatukan.

    Selain itu, ditegaskan pula bahwa keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan amanah sejarah untuk mewujudkan kepemimpinan yang beradab dan pembangunan yang adil. Pemerintah daerah diharapkan senantiasa menjaga integritas, memperkuat ketahanan ekonomi, merawat kohesi sosial, serta berpihak kepada rakyat dengan dilandasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh jajaran Dinas Perhubungan DIY semakin memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta berkontribusi dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan negara sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

  • Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta, keluarga besar Dinas Perhubungan DIY menggelar kegiatan penanaman bibit sayuran secara bersama-sama pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Belakang Kantor Dinas Perhubungan DIY dan diikuti oleh seluruh bidang di lingkungan dinas.

    Kegiatan ini menjadi wujud komitmen internal Dinas Perhubungan DIY dalam mendukung gerakan kemandirian pangan sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. Setiap bidang berpartisipasi dengan menyediakan bibit sayuran serta peralatan tanam untuk ditanam bersama-sama. Selain itu, kegiatan ini juga memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam, seperti polybag dan galon bekas, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan optimalisasi sarana yang tersedia.

    Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan kantor.

    “Saya bersama dengan teman-teman Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menanam sayur-sayuran dan juga ada buah-buahan, ada mangga dan juga ada lemon. Ini dimaksudkan agar kita dapat menghasilkan bahan pangan sendiri. Kita mencoba untuk membudidayakan supaya nanti di sini, misalkan kantin sedang tutup, sudah ada bahan pangan. Kita tadi sudah ada lombok, terong, tomat, sawi, daun bawang, kenikir, pokoknya banyak sekali yang kita tanam. Saya berharap supaya teman-teman di bidang itu bisa merawat dan hasilnya nanti bisa kita nikmati bersama menjadi sebuah olahan masakan dapur yang ada di berkebunan. Gerakan ini kami awali pada hari ini, pada hari Rabu, 4 Maret 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi DIY ke-271. Tanaman-tanaman ini dapat tumbuh subur sebaik-baiknya dan kalau sudah panen kita tanam lagi. Kami menggunakan media yang seadanya karena kami tidak memiliki lahan yang cukup bagus. Kita sudah menggunakan polybag dan juga galon bekas. Terima kasih sudah mendukung dalam rangka gerakan ini untuk melestarikan pangan mandiri di Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Harapannya supaya kedaulatan pangan bisa terpenuhi sendiri di lingkungan Dinas Perhubungan DIY dan harapannya di dinas lainnya juga dapat melakukan hal yang sama. Sehingga apabila nanti terjadi kelangkaan, kita semua sudah siap untuk menghadapi. Untuk ulang tahun yang ke-271 ini, semoga Daerah Istimewa Yogyakarta semakin istimewa, sejahtera, makmur rakyatnya, hidup bahagia, dan nyaman sampai tua.”

    Adapun berbagai jenis tanaman yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain lombok, terong, tomat, sawi, daun bawang, kenikir, serta tanaman buah seperti mangga dan lemon. Seluruh tanaman tersebut diharapkan dapat dirawat secara berkelanjutan oleh masing-masing bidang sehingga hasil panennya dapat dimanfaatkan bersama.

    Melalui kegiatan ini, Dinas Perhubungan DIY berharap semangat kemandirian, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan internal dinas, tetapi juga menginspirasi perangkat daerah lainnya. Momentum Hari Jadi ke-271 DIY pun dimaknai sebagai penguatan komitmen untuk mewujudkan Yogyakarta yang semakin istimewa, sejahtera, dan makmur bagi seluruh masyarakatnya.

  • Yogyakarta — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum di sejumlah terminal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan ramp check tersebut dilaksanakan di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Terminal Dhaksinarga, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa, 3 Maret 2026.

    Ramp check ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Dishub DIY dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026. Mengingat pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, baik yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun yang melintas menuju berbagai daerah tujuan lainnya.

    Melalui kegiatan ini, Dishub DIY berupaya memastikan bahwa kendaraan angkutan umum yang beroperasi berada dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dapat menggunakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tertib.

    Dalam pelaksanaan ramp check tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek kendaraan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi teknis kendaraan. Pemeriksaan administrasi meliputi kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK, kartu uji berkala kendaraan bermotor (KIR), serta dokumen perizinan operasional angkutan.

    Sementara itu, dari sisi teknis kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap beberapa komponen penting yang berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan, antara lain sistem pengereman, lampu utama dan lampu sein, kondisi ban kendaraan, klakson, serta wiper. Selain itu, petugas juga memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan di dalam kendaraan seperti alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca darurat, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

    Selain pemeriksaan kendaraan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan imbauan kepada para pengemudi dan operator angkutan umum agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi serta mematuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

    Pelaksanaan ramp check di Terminal Jombor Sleman dan Terminal Dhaksinarga Gunungkidul ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan armada angkutan umum dalam menghadapi masa angkutan Lebaran. Dengan kendaraan yang dipastikan dalam kondisi laik jalan, risiko terjadinya gangguan perjalanan maupun kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.

    Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Dishub DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi momentum mudik Lebaran yang setiap tahunnya menjadi periode dengan mobilitas perjalanan yang tinggi. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

  • JAKARTA — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) resmi mengusulkan pengembangan layanan Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) Kementerian Perhubungan, Jumat (06/03/2026).

    Usulan utama dalam pertemuan tersebut adalah perluasan relasi layanan yang semula Stasiun Yogyakarta – Stasiun YIA menjadi Stasiun Maguwo – Stasiun YIA.

    Delegasi Pemda DIY yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti bersama Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai solusi strategis untuk merespons keluhan masyarakat terkait meningkatnya kemacetan di pusat Kota Yogyakarta.

    Dengan memperpanjang rute hingga Stasiun Maguwo di sisi timur, akses menuju bandara diharapkan lebih tersebar dan tidak tertumpu di tengah kota.

    “Perluasan layanan hingga Stasiun Maguwo diharapkan dapat mendistribusikan akses menuju bandara sehingga tidak terpusat di pusat kota,” ujar Erni.

    Stasiun Maguwo dinilai memiliki potensi sebagai simpul transportasi yang strategis karena berada di kawasan timur Yogyakarta serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti Trans Jogja.

    Saat ini, KA Bandara YIA baru melayani perjalanan dari Stasiun Yogyakarta menuju Bandara YIA dengan pemberhentian di Stasiun Wates, baik melalui layanan reguler maupun ekspres.

    Menanggapi usulan tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan layanan transportasi publik yang diinisiasi oleh Pemda DIY.

    Namun demikian, implementasi usulan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dari aspek operasional, kapasitas lintas, integrasi layanan, hingga kebutuhan penganggaran sebelum dapat direalisasikan.

    Selain itu, Ditjen Perkeretaapian juga mengusulkan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tidak hanya dari sektor transportasi tetapi juga sektor bisnis, pariwisata, serta calon investor.

    Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas transportasi di Yogyakarta, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan kawasan di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta.

  • Yogyakarta — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan DIY melaksanakan kegiatan kebersihan dan penataan ruang kerja pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di masing-masing ruang kerja pada setiap bidang sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang rapi, bersih, dan nyaman.

    Pada kegiatan tersebut, para pegawai secara bersama-sama membersihkan area kerja, merapikan dokumen dan perlengkapan kantor, serta menata kembali fasilitas ruang kerja agar lebih tertata. Lingkungan kerja yang bersih dan tertib diharapkan dapat mendukung kenyamanan pegawai dalam menjalankan tugas serta meningkatkan produktivitas kerja.

    Selain dilaksanakan di kantor utama Dinas Perhubungan DIY, kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan kerja ini juga diikuti oleh petugas di sejumlah unit pelayanan yang berada di bawah pengelolaan Dishub DIY, antara lain Tempat Khusus Parkir (TKP) Beskalan, Park and Ride Adisutjipto, serta Terminal Jombor. Para petugas di lokasi tersebut turut melakukan kegiatan pembersihan area kerja dan penataan lingkungan guna menjaga kebersihan serta kenyamanan fasilitas pelayanan bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih tertib, bersih, dan nyaman di seluruh unit kerja Dinas Perhubungan DIY. Selain itu, kegiatan kebersihan dan keindahan kantor ini juga menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif seluruh pegawai dalam memeriahkan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026.

    Dengan lingkungan kerja yang terjaga kebersihan dan kerapihannya, diharapkan seluruh pegawai dapat bekerja dengan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan kerja di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

  • Yogyakarta, 9 Maret 2026 – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan dinas dan studi komparatif dari Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat pertukaran informasi serta mempelajari strategi pengelolaan transportasi, khususnya dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

    Rombongan diterima oleh Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan DIY, Sumariyoto, S.E., M.Si., yang mewakili jajaran Dinas Perhubungan DIY. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan diskusi dan pemaparan mengenai berbagai kebijakan serta langkah strategis yang telah diterapkan oleh Pemerintah Daerah DIY dalam mengelola arus lalu lintas dan mobilitas wisatawan.

    Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik mobilitas transportasi yang cukup unik. Secara geografis, Yogyakarta berada pada jalur strategis yang menghubungkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur serta dikelilingi oleh Provinsi Jawa Tengah. Posisi ini menjadikan DIY sebagai salah satu daerah tujuan wisata sekaligus titik singgah bagi wisatawan dari berbagai wilayah, terutama pada masa libur panjang seperti Lebaran.

    Lonjakan mobilitas wisatawan umumnya terjadi setelah Hari Raya Idulfitri, ketika masyarakat memanfaatkan masa libur untuk berwisata bersama keluarga. Akses menuju Yogyakarta yang relatif mudah dari berbagai daerah turut mendorong tingginya jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis maupun kawasan wisata.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan DIY bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, antara lain penyediaan rambu-rambu darurat, pengaturan jalur alternatif, serta memastikan kondisi prasarana jalan tetap dalam keadaan baik guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.

    Berdasarkan data tahun 2025, kendaraan yang memasuki wilayah DIY pada masa libur didominasi oleh sepeda motor. Tingginya jumlah kendaraan roda dua menjadi tantangan tersendiri dalam pengaturan lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan dan destinasi wisata yang memiliki ruang jalan terbatas.

    Selain itu, keberadaan jalan tol juga turut memengaruhi pola pergerakan kendaraan menuju Yogyakarta. Pada kondisi tertentu, exit tol dapat difungsikan secara terbatas atau bersifat fungsional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan menuju wilayah DIY.

    Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan mengenai peran simpul-simpul transportasi utama yang mendukung mobilitas masyarakat di DIY. Beberapa di antaranya adalah Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan sebagai layanan transportasi kereta api, serta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang terhubung dengan akses Jembatan Kabanaran. Selain itu, terminal penumpang juga memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas transportasi darat di wilayah DIY.

    Dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan saat libur Lebaran, Pemerintah Daerah DIY melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Pemerintah provinsi berperan dalam penyusunan kebijakan serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, dan instansi terkait lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan kantong-kantong parkir guna mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan wisata.

    Pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang juga menjadi perhatian penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Operasional jembatan timbang dilakukan secara intensif baik pada siang maupun malam hari dengan penambahan waktu operasional. Dalam satu kali operasi pengawasan, sekitar 100 kendaraan dapat diperiksa dan sekitar 50 persen di antaranya ditemukan memiliki permasalahan terkait kelengkapan administrasi maupun kondisi kendaraan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan secara berkala hingga empat kali dalam satu bulan melalui kerja sama antara Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

    Selain pengawasan kendaraan, pengelolaan parkir juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan dan wisata. Pemerintah daerah mendorong masyarakat maupun pengelola usaha untuk menyediakan lahan parkir yang memadai, misalnya dengan memanfaatkan area parkir milik toko atau tempat usaha agar tidak terjadi parkir kendaraan di badan jalan.

    Pengaturan lalu lintas di kawasan wisata juga dilakukan melalui rekayasa lalu lintas oleh pihak kepolisian. Pada beberapa lokasi wisata, jalur masuk dan jalur keluar kendaraan dipisahkan untuk mengurangi potensi kemacetan. Selain itu, pada periode tertentu seperti libur Lebaran, beberapa rambu larangan putar balik (U-turn) dapat dibuka sementara guna membantu kelancaran arus kendaraan.

    Kawasan Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata utama di Yogyakarta juga memiliki pengaturan khusus. Pada waktu tertentu, kawasan ini diberlakukan sebagai zona pedestrian pada pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pada periode tersebut, aktivitas transportasi didominasi oleh moda transportasi tradisional seperti andong dan becak, sekaligus mendukung penataan kawasan wisata yang telah diakui sebagai bagian dari kawasan warisan budaya dunia oleh UNESCO.

    Pemerintah Daerah DIY juga terus mengembangkan berbagai inovasi di bidang transportasi guna mendukung mobilitas wisatawan. Salah satunya adalah Jogja Travel Pass, yaitu sistem pembayaran transportasi yang dirancang sebagai tiket terusan bagi wisatawan. Melalui sistem ini, wisatawan tidak hanya dapat menggunakan layanan transportasi tertentu, tetapi juga memperoleh manfaat tambahan berupa potongan harga tiket masuk di beberapa objek wisata.

    Selain itu, pemantauan lalu lintas juga didukung oleh pemasangan kamera pengawas (CCTV) pada berbagai titik strategis, terutama di pintu masuk dan keluar wilayah DIY. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam pengaturan lalu lintas.

    Dalam sesi diskusi, Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait pengelolaan transportasi di Yogyakarta. Beberapa isu yang dibahas antara lain penanganan pengamen dan pengemis di kawasan jalan, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir, penertiban parkir liar, serta inovasi pengaturan rambu dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APJ) di tengah kondisi jalan perkotaan yang relatif sempit. Selain itu, dibahas pula langkah antisipasi terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) serta peran pemerintah provinsi dalam mendukung kelancaran lalu lintas di wilayahnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan dinas tersebut, rombongan juga melanjutkan kegiatan dengan melakukan tinjauan lapangan ke Terminal Tipe B Jombor. Dalam kegiatan ini, rombongan melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas terminal, pengaturan lalu lintas kendaraan yang keluar masuk terminal, serta peran terminal dalam mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di wilayah DIY.

    Melalui kunjungan dinas dan studi komparatif ini, diharapkan terjalin pertukaran informasi dan pengalaman antar daerah dalam pengelolaan transportasi serta penanganan mobilitas masyarakat pada periode libur nasional. Hasil diskusi dan peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam merumuskan kebijakan serta strategi pengelolaan transportasi di daerahnya.

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan operasi penegakan hukum lalu lintas di Kawasan Sumbu Filosofi pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB dengan fokus pengawasan di sejumlah titik strategis seperti kawasan Tugu, Malioboro, Nol Kilometer, hingga kawasan Kraton.

    Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, Polresta Yogyakarta, Polsek Kraton, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, serta jajaran Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dari hasil operasi, petugas memeriksa 10 kendaraan dan seluruhnya ditemukan melakukan pelanggaran. Mayoritas pelanggaran berupa parkir pada lokasi yang melanggar rambu lalu lintas.

    Sebagai tindak lanjut, petugas memberikan dua tindakan penempelan stiker peringatan serta delapan teguran kepada pengendara. Tidak terdapat penindakan tilang dalam kegiatan tersebut.

    Operasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketertiban lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di kawasan Sumbu Filosofi yang merupakan salah satu kawasan strategis dan destinasi wisata di Yogyakarta.***

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian angkutan umum Bus Trans Jogja pada Senin (9/3/2026) di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB dengan melibatkan unsur BPTD Kelas II Yogyakarta.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa lima unit bus dan seluruhnya ditemukan melakukan pelanggaran. Tindakan yang diberikan berupa teguran pernyataan kepada masing-masing kendaraan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, beberapa bus diketahui memiliki tingkat emisi yang melebihi ambang batas serta ditemukan kondisi teknis kendaraan seperti pintu bus yang rusak dan atap yang mengalami kebocoran.

    Kegiatan pengawasan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kelayakan operasional angkutan umum serta menjaga kualitas layanan transportasi bagi masyarakat pengguna Bus Trans Jogja.***

  • Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-271, layanan transportasi publik Trans Jogja menghadirkan promo tarif spesial bagi masyarakat. Melalui program ini, penumpang dapat menikmati perjalanan menggunakan Trans Jogja dengan tarif hanya Rp271.

    Promo ini berlaku pada 12–24 Maret 2026 dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan Q-RIS melalui berbagai e-wallet maupun mobile banking.

    Program promo ini memiliki kuota terbatas sebanyak 8.000 penumpang pertama selama periode promo berlangsung. Apabila kuota telah terpenuhi, promo dapat berakhir lebih awal meskipun periode waktu promo masih berjalan.

    Selain itu, terdapat kuota tambahan khusus bagi pengguna Q-RIS melalui aplikasi Wondr by BNI. Pengguna aplikasi tersebut berkesempatan mendapatkan promo untuk 100 orang pertama selama 3 hari, dan kuota ini berada di luar kuota utama sebanyak 8.000 penumpang.

    Untuk dapat memanfaatkan promo ini, pengguna diimbau memastikan saldo minimal sebesar Rp500 pada aplikasi pembayaran yang digunakan agar transaksi dapat diproses dengan lancar.

    Melalui promo ini diharapkan masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. Selain memeriahkan peringatan Hari Jadi DIY ke-271, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan sistem pembayaran digital serta meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum di Yogyakarta.

    Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan promo ini sebelum kuota terpenuhi. Dengan tarif yang sangat terjangkau, perjalanan berkeliling Yogyakarta menggunakan Trans Jogja kini menjadi lebih hemat dan praktis.

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dan Antar Wilayah melaksanakan kegiatan pengawasan operasional becak kayuh dengan penguat tenaga listrik pada Rabu (11/3/2026) di wilayah perkotaan Yogyakarta.

  • Yogyakarta, 12 Maret 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, Dinas Perhubungan DIY menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) di lingkungan Kantor Dinas Perhubungan DIY.

    Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-271 DIY sekaligus sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan antar pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan DIY. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, solidaritas, serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara seluruh pegawai.

    Bakti sosial dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai Dinas Perhubungan DIY, antara lain kerja bakti membersihkan lingkungan kantor, penataan area kerja, serta menjaga kebersihan dan kerapian fasilitas yang ada. Seluruh pegawai turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sehingga tercipta suasana kerja yang lebih bersih, nyaman, dan tertata.

    Selain sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi DIY, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan. Lingkungan kantor yang bersih dan tertata diharapkan dapat mendukung produktivitas kerja serta memberikan kenyamanan bagi pegawai maupun masyarakat yang berkunjung.

    Dinas Perhubungan DIY berkomitmen untuk terus mendukung semangat peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kerja dan masyarakat.

    Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat melayani masyarakat dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

  • Yogyakarta, 12 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapan pelayanan transportasi kepada masyarakat menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Apel Siaga Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 pada Kamis (12/3/2026) di halaman Kantor Dinas Perhubungan DIY.

    Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si, serta diikuti oleh para pejabat eselon III dan eselon IV beserta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

    Dalam amanatnya, Kepala Dinas menyampaikan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat, baik untuk keperluan mudik ke kampung halaman maupun kegiatan wisata bersama keluarga. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.

    Pemerintah Daerah DIY bersama berbagai stakeholder terkait telah melakukan koordinasi untuk menyiapkan strategi pemantauan dan pengendalian lalu lintas, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi beserta fasilitas pendukung lainnya guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

    Dalam pelaksanaan operasi pemantauan dan pengendalian Angkutan Lebaran Tahun 2026, Dinas Perhubungan DIY melibatkan 120 personel, yang terdiri dari 100 personel organik ASN dan PPPK serta 20 personel non-organik. Personel organik bertugas dalam kegiatan pendataan, pelaporan, publikasi, pemantauan lalu lintas secara mobile, serta pelayanan pada posko statis. Sementara itu, personel non-organik bertugas sebagai teknisi APILL, pengolah data, pengawas terminal, pengawas tempat khusus parkir, serta petugas Jogo Margo.

    Selain dukungan sumber daya manusia, sejumlah sarana operasional juga disiapkan untuk menunjang kegiatan pengawasan selama masa Angkutan Lebaran. Di antaranya 7 unit kendaraan operasional patroli untuk teknisi APILL dan pemantauan jalur lalu lintas, 2 unit tenda posko, 8 unit alat komunikasi mobile (HT) yang didukung dengan repeater ATCS, serta 3 unit rambu portable dan banner imbauan.

    Pemantauan kondisi lalu lintas juga didukung oleh teknologi melalui 65 titik Area Traffic Control System (ATCS) yang dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Selain itu, 3 titik Variable Message Sign (VMS) dioperasionalkan untuk menyampaikan informasi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung.

    Dalam arahannya, Kepala Dinas juga menekankan beberapa hal penting kepada seluruh petugas yang terlibat dalam operasi Angkutan Lebaran 2026. Di antaranya agar seluruh petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mengedepankan sikap humanis, lugas, dan berwibawa dalam memberikan pelayanan, memperkuat sinergi dan solidaritas antarpetugas maupun stakeholder terkait, serta menjaga kesiapan fisik dan koordinasi yang baik selama pelaksanaan tugas di lapangan.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DIY secara resmi menyatakan dimulainya Operasi Pemantauan dan Pengendalian Angkutan Lebaran 1447 H Tahun 2026 yang akan berlangsung selama 16 hari.

    Usai pelaksanaan apel siaga, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kendalisodo. Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta perwakilan dari masing-masing bidang di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

    Dalam rapat tersebut dilaksanakan koordinasi internal antarbidang guna memastikan kesiapan pelaksanaan tugas selama masa Angkutan Lebaran. Masing-masing bidang memaparkan berbagai langkah persiapan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsinya, mulai dari kesiapan operasional pemantauan lalu lintas, pengelolaan terminal, pengawasan angkutan, pengendalian parkir, hingga dukungan sistem teknologi transportasi.

    Melalui kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan seluruh unsur di lingkungan Dinas Perhubungan DIY dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh rencana kerja berjalan secara optimal dalam rangka memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran Tahun 2026.

    Semangat pelayanan tersebut sejalan dengan motto “Dishub DIY: Tangguh, Melayani, Beriman”, sebagai wujud komitmen Dinas Perhubungan DIY dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

  • YOGYAKARTA — Jajaran Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) turut menyemarakkan upacara peringatan Hari Jadi DIY ke-271 yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat di Stadion Mandala Krida ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan semangat pelayanan publik.

    Dalam upacara tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, bersama seluruh jajaran pegawai tampil berbeda dengan mengenakan pakaian adat Jawa Yogyakarta.

    Kehadiran unsur Dishub DIY ini merupakan wujud partisipasi aktif dalam melestarikan nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan tema peringatan tahun ini yaitu “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”.

    Makna dari tema tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan refleksi diri dan melangkah maju dengan kebijaksanaan dalam membangun daerah.

    Upacara ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda DIY. Meski berlangsung dengan nuansa tradisional yang kental, semangat transformasi digital dan pembangunan infrastruktur tetap menjadi poin penting yang diserukan dalam peringatan sejarah berdirinya DIY kali ini.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan penampilan seni tari yang menambah kekhidmatan suasana Hari Jadi ke-271.***

  • Yogyakarta – Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan transportasi menjelang arus mudik dan libur idul fitri, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan diskusi dan pemaparan terkait pengelolaan terminal serta strategi pelayanan transportasi bersama DPRD DIY Komisi C. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan libur Hari Raya Idulfitri.Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Dinas Perhubungan DIY yang menyampaikan paparan mengenai kondisi eksisting terminal di wilayah DIY, klasifikasi terminal berdasarkan kewenangannya, serta berbagai langkah strategis yang telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat saat idul fitri.


    Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa terminal penumpang di Indonesia terbagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu Terminal Tipe A, Terminal Tipe B, dan Terminal Tipe C, yang masing-masing memiliki kewenangan pengelolaan berbeda sesuai dengan regulasi yang berlaku. Terminal Tipe A berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, Terminal Tipe B menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan Terminal Tipe C dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota. Dinas Perhubungan DIY mengelola dua Terminal Tipe B yaitu Terminal Jombor dan Terminal Wates. Perubahan kewenangan pengelolaan terminal, khususnya pemindahan pengelolaan dari Dinas Perhubungan kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, menjadi bagian dari penataan sistem transportasi agar pelayanan dapat berjalan lebih terintegrasi.


    Selain menjelaskan struktur kelembagaan, Dinas Perhubungan DIY juga memaparkan kondisi infrastruktur terminal yang saat ini masih terus dikembangkan. Beberapa terminal di DIY masih belum memiliki infrastruktur berskala besar, namun secara operasional tetap berfungsi optimal dalam melayani mobilitas masyarakat. Salah satu terminal dengan tingkat aktivitas tertinggi di wilayah Yogyakarta menjadi fokus pengelolaan dan peningkatan layanan guna menunjang kelancaran pergerakan penumpang.


    Dari sisi pengelolaan operasional, dijelaskan pula bahwa aktivitas terminal turut melibatkan agen perjalanan maupun pelaku usaha transportasi. Saat ini tercatat terdapat 44 agen transportasi yang beroperasi, di mana 4 agen di antaranya berada dalam pembinaan langsung Dinas Perhubungan DIY. Selain itu, pengelolaan pendapatan daerah juga didukung melalui mekanisme pemungutan retribusi parkir sebagai salah satu sumber pendapatan daerah, dengan capaian target pendapatan yang telah terpenuhi sesuai perencanaan. Dalam sesi diskusi, DPRD DIY Komisi C memberikan sejumlah perhatian terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi arus mudik idul fitri, termasuk pertanyaan terkait kebijakan retribusi, kesiapan fasilitas terminal, serta aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur. Komisi C juga menyoroti perbedaan pengelolaan antar terminal serta alasan penerapan kebijakan yang berbeda pada masing-masing tipe terminal.


    Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan DIY menyampaikan bahwa seluruh terminal telah dipersiapkan secara maksimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat idul fitri. Aspek keamanan, pengaturan operasional, serta koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama guna memastikan pelayanan transportasi berjalan dengan aman dan lancar.
    Sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan menyiapkan program mudik gratis dengan total 18 armada bus yang melayani masyarakat. Program tersebut direncanakan melakukan penurunan penumpang di terminal utama, khususnya Terminal Tipe A, dengan pembagian 4 bus menuju Wonosari dan 14 bus menuju Giwangan. Dinas Perhubungan DIY menyediakan angkutan perkotaan Trans Jogja di Terminal Giwangan sebagai angkutan selanjutnya. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.


    Selain itu, disampaikan pula rencana pengembangan terminal melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) dengan nilai perencanaan mencapai sekitar Rp60 miliar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas terminal agar lebih representatif, nyaman, dan mampu mendukung kebutuhan transportasi di masa mendatang.
    Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD DIY Komisi C dapat terus diperkuat dalam merumuskan kebijakan transportasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Daerah DIY optimistis pelayanan transportasi selama masa mudik dan libur idul fitri dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

  • YOGYAKARTA — Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Rizki Budi Utomo serta empat pertugas patroli melakukan tinjauan lapangan guna memastikan kesiapan Posko Angkutan Lebaran di Simpang Prambanan, Minggu (15/03/2026).

    Simpang Prambanan menjadi titik krusial karena merupakan gerbang utama masuknya kendaraan dari arah Jawa Tengah bagian timur menuju Yogyakarta.

    Dalam peninjauannya, Kadishub memastikan fasilitas dan personel telah siap 100 persen untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    "Posko ini sudah siap beroperasi penuh mulai 14 hingga 29 Maret mendatang. Fasilitasnya sudah cukup baik," ujar Erni saat melakukan pengecekan fasilitas posko.

    Posko ini dilengkapi dengan TV, kipas angin, informasi daerah rawan kemacetan hingga kecelakaan, dan P3K.

    Selain sebagai pusat koordinasi petugas, Posko Simpang Prambanan juga berfungsi sebagai rest area mini bagi pemudik. Di sini, masyarakat dapat beristirahat sejenak maupun mendapatkan informasi terkini mengenai rute alternatif untuk menghindari kemacetan di area perkotaan.

    Berdasarkan hasil pemantauan langsung, kondisi lalu lintas di wilayah perbatasan masih terpantau lancar, namun petugas diminta tetap waspada terhadap potensi lonjakan volume kendaraan. Hingga Minggu siang, terlihat volume kendaraan mulai didominasi oleh kendaraan pribadi sepeda motor.

    Erni juga berpesan kepada petugas agar senantiasa menjaga kesehatan dan memberikan pelayanan humanis kepada para pemudik.***

  • SLEMAN — Tim monitoring dari Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) melakukan kunjungan kerja ke Terminal Tipe B Jombor, Sabtu (14/03/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan pelayanan angkutan Lebaran 2026 di DIY tetap menjunjung tinggi prinsip penghormatan dan pemenuhan hak masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

    Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Ditjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Sambiyo, didampingi Tenaga Ahli Kementerian HAM, Ifdhal Kasim, serta jajaran staf terkait. Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Seksi Pengelolaan Terminal UPT Balai Perparkiran dan Terminal Dishub DIY,Taufik Sukmawanbeserta jajaran pengelola terminal.

    Fokus pada Kelompok Rentan dan Fasilitas Publik

    Dalam dialog bersama pengelola, tim monitoring menyoroti ketersediaan fasilitas inklusif. Saat ini, Terminal Jombor telah dilengkapi dengan ruang laktasi, ruang bermain anak, serta ruang kesehatan yang bersinergi dengan Puskesmas Mlati.

    Meski demikian, Kementerian HAM memberikan catatan penting untuk peningkatan kualitas layanan ke depan. “Fasilitas untuk disabilitas seperti guiding block perlu ditingkatkan materialnya, serta penambahan ketersediaan kursi roda bagi lansia dan penyandang disabilitas di area tunggu,” ungkap tim monitoring dalam arahannya.

    Operasional Lancar dan Bebas Calo

    Terkait operasional bus, pengelola terminal melaporkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan keluhan terkait kenaikan harga tiket yang tidak wajar maupun praktik percaloan. Sebanyak 44 agen bus yang tergabung dalam paguyuban PABIMA dipastikan beroperasi sesuai ketentuan.

    “Sistem pembayaran di Terminal Jombor juga sudah mulai beralih ke non-tunai melalui QRIS. Ke depan, kami berencana mengembangkan sistem parkir manless yang lebih modern untuk meningkatkan transparansi PAD,” jelas Taufik kepada tim kementerian.

    Keamanan Terpadu

    Dari sisi keamanan, Terminal Jombor diperkuat oleh personel gabungan ASN Dishub, TNI, dan Polri yang melakukan patroli rutin. Seluruh titik strategis terminal juga telah terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) guna menjamin keamanan penumpang selama masa puncak arus mudik.

    Sebagai masukan tambahan, Kementerian HAM menyarankan penyediaan fasilitas kotak Lost and Found untuk membantu penumpang yang kehilangan barang, melengkapi kotak pengaduan yang sudah tersedia saat ini.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut bagi pengelola terminal di bawah naungan Pemda DIY untuk terus melakukan pembenahan fasilitas demi menciptakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah HAM bagi seluruh lapisan masyarakat.***

  • Sleman, DIY — Dalam rangka memastikan penyelenggaraan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan menjelang masa Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui tes urine bagi awak bus dilaksanakan di Terminal Tipe B Jombor pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan langkah preventif pemerintah untuk menjamin kesiapan awak angkutan umum dalam melayani mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
    Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi lintas instansi yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, serta Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran. Kolaborasi antarinstansi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga keselamatan transportasi publik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap faktor manusia sebagai unsur utama keamanan dalam penyelenggaraan angkutan umum.


    Kegiatan tes urine dilaksanakan mulai pukul 12.30 WIB di kawasan Terminal Tipe B Jombor, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu simpul transportasi darat strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Terminal ini melayani mobilitas penumpang antarkota dan antarprovinsi sehingga kesiapan awak kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional transportasi, khususnya pada masa puncak perjalanan Lebaran.
    Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim BNN Sleman dengan dukungan fasilitasi dari pengelola terminal. Proses pelaksanaan diawali dengan pendataan peserta, dilanjutkan pengambilan sampel urine, serta pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 orang awak bus mengikuti pemeriksaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini guna memastikan kondisi kesehatan serta kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pelayanan transportasi kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh awak bus yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas operasional terminal maupun pelayanan kepada penumpang yang tetap berlangsung normal.
    Kegiatan deteksi dini ini merupakan bagian dari implementasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya pada sektor transportasi publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat khususnya pengguna angkutan umum. Pemerintah memandang bahwa kondisi fisik dan mental pengemudi menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga pengawasan secara berkala perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif.


    Selain berfungsi sebagai pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi awak bus mengenai pentingnya menjaga kesehatan, profesionalitas kerja, serta kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini diharapkan mampu membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan.
    Dinas Perhubungan DIY menyampaikan bahwa menjelang masa Angkutan Lebaran, peningkatan mobilitas masyarakat memerlukan kesiapan menyeluruh baik dari sisi sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia transportasi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa angkutan umum.
    Keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi terpadu dalam penyelenggaraan pelayanan publik. BNN Sleman berperan sebagai pelaksana pemeriksaan, sementara Dinas Perhubungan DIY dan Dinas Perhubungan Sleman melakukan fasilitasi operasional serta koordinasi dengan pengelola terminal dan awak bus. Satpol PP Sleman turut mendukung aspek ketertiban pelaksanaan kegiatan, sedangkan Kesbangpol Sleman berperan dalam penguatan koordinasi kebijakan lintas kelembagaan.
    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Terminal Tipe B Jombor terpantau aman dan kondusif. Awak bus yang mengikuti pemeriksaan menunjukkan sikap kooperatif sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan keselamatan transportasi. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi publik.


    Melalui kegiatan deteksi dini ini, pemerintah berharap dapat meminimalkan potensi risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor non-teknis serta memastikan awak kendaraan dalam kondisi siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas pelayanan transportasi publik secara berkelanjutan.
    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Terminal Tipe B Jombor, dapat berlangsung dengan aman, selamat, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dengan rasa nyaman dan terlindungi.

  • YOGYAKARTA – Sebanyak 10 bus angkutan balik gratis tahun 2026 rute Yogyakarta–Jakarta resmi diberangkatkan oleh Kementerian Perhubungan dari Terminal Giwangan pada Rabu, 25 Maret 2026. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana transportasi yang aman dan efisien bagi pemudik untuk kembali ke ibu kota tanpa dipungut biaya.

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halalbihalal Idulfitri 2026 pada Rabu, 25 Maret 2026 di halaman Kantor Dishub DIY. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, diawali dengan sambutan Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si. yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan semangat saling memaafkan.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan DIY menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat kerja setelah bulan Ramadan.

    “Setelah ini kita semoga kita mendapatkan semangat baru dan meningkatkan kekompakkan untuk dapat memberikan layanan terbaik,” ujarnya

    Melalui kegiatan Halalbihalal Idulfitri 2026 ini, diharapkan seluruh pegawai dapat memperkuat sinergi dan kembali menjalankan tugas dengan semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.***

    (Foto tidak dapat diunggah)

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.