YOGYAKARTA – Sebanyak 10 bus angkutan balik gratis tahun 2026 rute Yogyakarta–Jakarta resmi diberangkatkan oleh Kementerian Perhubungan dari Terminal Giwangan pada Rabu, 25 Maret 2026. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana transportasi yang aman dan efisien bagi pemudik untuk kembali ke ibu kota tanpa dipungut biaya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si. turut hadir mendampingi proses pelepasan tersebut. Beliau menyapa langsung para penumpang dan mengapresiasi kesiapan kru angkutan.

"Saya melihat kinerja para pengemudi dan kru bus sudah sangat baik; cara mengemudinya tenang dan tidak terburu-buru. Yang terpenting adalah mengutamakan keselamatan, bukan kecepatan," ujarnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si. melalui Kepala BPTD Kelas 2 Yogyakarta Dody Arifianto, S.T., M.M.Tr, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci kelancaran angkutan Lebaran. Beliau menginstruksikan para kru untuk mematuhi peraturan jalan dan tidak mendahulukan kecepatan.
"Kolaborasi dan sinergi yang baik antar seluruh pihak merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang selamat, aman, tertib, dan lancar," ungkapnya.
Beliau juga menginstruksikan para kru bus untuk memberikan pelayanan terbaik guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta mudik gratis.

"Untuk rekan-rekan kru, pengemudi, dan awak bus, kami instruksikan agar memberikan pelayanan yang terbaik. Berikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh penumpang peserta mudik gratis ini. Tidak perlu mengutamakan kecepatan; yang utama adalah mematuhi prosedur keselamatan dan peraturan lalu lintas yang berlaku," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Walikota Yogyakarta dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta Kadri Renggono , menyampaikan pesan emosional bagi para perantau yang akan meninggalkan Kota Gudeg.
"Yogyakarta adalah rumah bersama kita semua; sing teko kita sambut, sing bali kita doakan agar selamat sampai tujuan. Saya titip satu hal sederhana: ojo lali karo kuto Ngayojakarta," tuturnya.
Dengan dilepasnya 10 bus ini, diharapkan para pemudik dapat kembali memulai aktivitas di ibu kota dengan semangat baru setelah merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.***


