Accessibility Tools

  • Dinas Perhubungan Yogyakarta memetakan sedikitnya ada 11 jalur alternatif untuk angkutan mudik lebaran 2017.

  • Dinas Perhubungan DIY menyiapkan ratusan personil yang akan bertugas di beberapa posko yang disiapkan selama masa angkutan lebaran tahun 2017. Penyebaran personil meliputi seluruh Kapubaten dan Kota se DIY. Senin (12/6/2017).

  • Kementrian Perhubungan dan Jasa Raharja tahun ini kembali menyelenggarakan mudik gratis bagi para pemudik yang kampung halamannya berada di Yogyakarta.

  • Fenomena lalu lintas saat mudik lebaran menjadi perhatian, khususnya di Yogyakarta. Dalam upaya memberikan sosialisasi dan menjawab keresahan masyarakat, Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T. menghadiri live streaming studio programma1 RRI Yogyakarta Fm 91,1 Mhz.

  • Kamis (28/04/2022), Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman melakukan pengecekan tes urin bagi para sopir bus di terminal Jombor.

  • Yogyakarta, 22 Maret 2024 - Jelang mudik Lebaran 2024, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan kegiatan ramp check bus Pariwisata melalui bidang Pengendalian Operasional (Dalops).

  • Yogyakarta, Dishub DIY – Jelang arus mudik Lebaran, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, menggelar operasi dadakan tes urin bagi sopir dan kondektur bus di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Jumat (5/4/2019).

  • Menjelang libur Natal 2025 dan juga Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Kegiatan mudik akhir tahun, aktivitas wisata, hingga kunjungan keluarga menjadi pendorong utama meningkatnya arus perjalanan, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang secara konsisten menjadi salah satu destinasi favorit nasional. Untuk mendukung perencanaan perjalanan yang aman dan lancar, berikut prediksi puncak arus mudik dan arus balik Nataru 2025/2026 serta gambaran pergerakan masyarakat keluar dan masuk DIY melalui analisis data historis Nataru 24 Desember 2024 hingga 04 Januari 2025 lalu. 

  • Yogyakarta — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum di sejumlah terminal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan ramp check tersebut dilaksanakan di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Terminal Dhaksinarga, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa, 3 Maret 2026.

    Ramp check ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Dishub DIY dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026. Mengingat pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, baik yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun yang melintas menuju berbagai daerah tujuan lainnya.

    Melalui kegiatan ini, Dishub DIY berupaya memastikan bahwa kendaraan angkutan umum yang beroperasi berada dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dapat menggunakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tertib.

    Dalam pelaksanaan ramp check tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek kendaraan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi teknis kendaraan. Pemeriksaan administrasi meliputi kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK, kartu uji berkala kendaraan bermotor (KIR), serta dokumen perizinan operasional angkutan.

    Sementara itu, dari sisi teknis kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap beberapa komponen penting yang berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan, antara lain sistem pengereman, lampu utama dan lampu sein, kondisi ban kendaraan, klakson, serta wiper. Selain itu, petugas juga memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan di dalam kendaraan seperti alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca darurat, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

    Selain pemeriksaan kendaraan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan imbauan kepada para pengemudi dan operator angkutan umum agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi serta mematuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

    Pelaksanaan ramp check di Terminal Jombor Sleman dan Terminal Dhaksinarga Gunungkidul ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan armada angkutan umum dalam menghadapi masa angkutan Lebaran. Dengan kendaraan yang dipastikan dalam kondisi laik jalan, risiko terjadinya gangguan perjalanan maupun kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.

    Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Dishub DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi momentum mudik Lebaran yang setiap tahunnya menjadi periode dengan mobilitas perjalanan yang tinggi. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

  • Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi mudik menjadi momen yang dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Selain menggunakan transportasi umum, sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor pribadi karena dinilai lebih praktis dan fleksibel.

    Namun, perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor memerlukan persiapan yang matang. Tanpa persiapan yang baik, risiko kelelahan, kerusakan kendaraan, hingga kecelakaan dapat meningkat. Oleh karena itu, penting bagi pemudik untuk memahami berbagai tips persiapan mudik menggunakan motor pribadi agar perjalanan dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.

    1. Pastikan Kelengkapan Dokumen Kendaraan

    Sebelum memulai perjalanan mudik, pengendara perlu memastikan seluruh dokumen kendaraan dalam kondisi lengkap dan masih berlaku. Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serta identitas diri.

    Kelengkapan dokumen kendaraan sangat penting untuk memastikan kendaraan terdaftar secara resmi serta menghindari kendala administratif selama perjalanan. Selain itu, pengendara juga perlu memahami dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku di setiap wilayah yang dilalui, seperti batas kecepatan, kewajiban penggunaan helm, serta rambu-rambu lalu lintas lainnya.

    Dengan membawa dokumen yang lengkap dan mematuhi aturan berkendara, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih tertib dan aman.

    2. Periksa Kondisi Motor Sebelum Berangkat

    Salah satu persiapan mudik motor yang paling penting adalah memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh dapat membantu mencegah kerusakan saat perjalanan jarak jauh.

    Beberapa komponen sepeda motor yang perlu diperiksa antara lain:

    • Mengganti oli mesin apabila sudah waktunya serta memastikan volume oli cukup.

    • Memeriksa kondisi ban, termasuk tingkat keausan dan tekanan udara.

    • Mengecek kampas rem depan dan belakang agar sistem pengereman tetap optimal.

    • Membersihkan radiator dari debu atau kotoran agar sistem pendinginan mesin bekerja dengan baik.

    • Memeriksa suspensi atau shock absorber untuk memastikan tidak ada kebocoran.

    • Mengecek kondisi rantai motor atau V-belt agar tidak terlalu kendor atau aus.

    • Memastikan sistem kelistrikan seperti aki, lampu depan, lampu belakang, dan lampu sein berfungsi dengan baik.

    Pemeriksaan kendaraan secara rutin akan membantu menjaga performa sepeda motor serta mengurangi risiko gangguan teknis selama perjalanan mudik.

    3. Kenali Rute Perjalanan Mudik

    Mengetahui rute perjalanan merupakan bagian penting dari persiapan mudik naik motor. Sebelum berangkat, pengendara disarankan mencari informasi mengenai kondisi jalan yang akan dilalui.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Kondisi lalu lintas di jalur mudik

    • Lokasi SPBU untuk pengisian bahan bakar

    • Bengkel motor di sepanjang jalur perjalanan

    • Tempat istirahat atau rest area

    • Jalur alternatif untuk menghindari kemacetan

    Dengan mengetahui rute perjalanan serta memperkirakan waktu tempuh, pengendara dapat menentukan waktu keberangkatan yang lebih tepat sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman.

    4. Perhatikan Barang Bawaan Saat Mudik Motor

    Saat melakukan perjalanan mudik dengan sepeda motor, pengendara perlu memperhatikan barang bawaan yang dibawa. Sebaiknya membawa barang yang benar-benar diperlukan selama perjalanan.

    Hindari membawa barang secara berlebihan karena dapat mempengaruhi keseimbangan kendaraan. Pastikan barang bawaan disusun dengan rapi dan terpasang dengan aman di bagasi atau tas motor tanpa melebihi kapasitas kendaraan roda dua.

    Penataan barang yang baik akan membantu menjaga stabilitas kendaraan serta meningkatkan keamanan selama perjalanan.

    5. Pastikan Kondisi Tubuh Fit Sebelum Berkendara

    Selain kondisi kendaraan, kondisi fisik pengendara juga sangat penting dalam perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.

    Sebelum berangkat, pengendara disarankan untuk:

    • Beristirahat yang cukup

    • Mengonsumsi makanan bergizi

    • Memastikan tubuh tetap terhidrasi

    • Membawa obat-obatan pribadi jika diperlukan

    Apabila merasa lelah selama perjalanan, sebaiknya berhenti sejenak untuk beristirahat agar tetap fokus saat berkendara.

    6. Gunakan Perlengkapan Keselamatan Berkendara

    Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Oleh karena itu, pengendara wajib menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang lengkap.

    Beberapa perlengkapan yang disarankan antara lain:

    • Helm standar

    • Jaket pelindung

    • Sarung tangan

    • Sepatu tertutup

    Perlengkapan tersebut berfungsi untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengendara apabila terjadi hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

    Mudik Aman, Perjalanan Nyaman

    Dengan melakukan berbagai persiapan sebelum perjalanan, risiko gangguan selama mudik dapat diminimalkan. Persiapan kendaraan, kondisi fisik, serta perlengkapan keselamatan menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan berlangsung dengan aman.

    Bagi masyarakat yang akan melakukan mudik menggunakan motor pribadi, selalu utamakan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, serta beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan.

    Selamat menempuh perjalanan mudik. Semoga perjalanan Anda aman, lancar, dan sampai tujuan dengan selamat.

  • Yogyakarta – Pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026 atau sekitar H-3 Lebaran. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei mobilitas masyarakat serta analisis pola perjalanan pada periode angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

    Secara nasional, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada tahun 2026 mencapai sekitar 143,7 juta orang. Angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang masih sangat tinggi meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sebagai perbandingan, pada periode mudik Lebaran 2025, jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 146 juta orang, namun realisasi pergerakan masyarakat tercatat mencapai sekitar 154 juta orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa mudik sering kali melampaui prediksi awal, sehingga diperlukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kelancaran arus perjalanan.

    Lonjakan pergerakan pemudik tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan di berbagai jalur utama, khususnya pada jaringan tol Trans Jawa serta jalur arteri yang menghubungkan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit pemudik.

    Secara umum, peningkatan volume lalu lintas pada masa puncak arus mudik dapat mencapai 60 hingga 80 persen dibandingkan hari normal, terutama pada jalur utama menuju kota-kota tujuan mudik di Pulau Jawa.

    DIY Menjadi Salah Satu Tujuan Favorit Pemudik

    Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya menjadi salah satu destinasi utama pemudik, baik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran.

    Beberapa pintu masuk utama menuju wilayah DIY yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan antara lain melalui jalur Prambanan – Sleman, jalur Tempel – Sleman, jalur Wates – Kulon Progo, serta jalur Piyungan – Bantul. Selain itu, simpul transportasi seperti Terminal Jombor, Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, serta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga diperkirakan mengalami peningkatan pergerakan penumpang selama periode mudik.

    Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

    Antisipasi dan Pengaturan Lalu Lintas

    Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada periode puncak mudik, berbagai langkah strategis telah disiapkan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait, antara lain melalui pengaturan lalu lintas, peningkatan pengawasan di jalur-jalur utama, serta penyediaan pos pelayanan bagi masyarakat.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan moda transportasi umum guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Di wilayah DIY, layanan transportasi publik seperti Trans Jogja juga menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

    Imbauan bagi Masyarakat

    Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026.

    Pemudik juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Apabila merasa lelah, pengemudi diharapkan beristirahat di tempat yang telah disediakan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

    Melalui berbagai upaya koordinasi dan kesiapan yang dilakukan oleh pemerintah serta dukungan dari masyarakat, diharapkan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi.

  • Sleman, DIY — Dalam rangka memastikan penyelenggaraan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan menjelang masa Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui tes urine bagi awak bus dilaksanakan di Terminal Tipe B Jombor pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan langkah preventif pemerintah untuk menjamin kesiapan awak angkutan umum dalam melayani mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
    Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi lintas instansi yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, serta Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran. Kolaborasi antarinstansi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga keselamatan transportasi publik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap faktor manusia sebagai unsur utama keamanan dalam penyelenggaraan angkutan umum.


    Kegiatan tes urine dilaksanakan mulai pukul 12.30 WIB di kawasan Terminal Tipe B Jombor, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu simpul transportasi darat strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Terminal ini melayani mobilitas penumpang antarkota dan antarprovinsi sehingga kesiapan awak kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional transportasi, khususnya pada masa puncak perjalanan Lebaran.
    Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim BNN Sleman dengan dukungan fasilitasi dari pengelola terminal. Proses pelaksanaan diawali dengan pendataan peserta, dilanjutkan pengambilan sampel urine, serta pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 orang awak bus mengikuti pemeriksaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini guna memastikan kondisi kesehatan serta kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pelayanan transportasi kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh awak bus yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas operasional terminal maupun pelayanan kepada penumpang yang tetap berlangsung normal.
    Kegiatan deteksi dini ini merupakan bagian dari implementasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya pada sektor transportasi publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat khususnya pengguna angkutan umum. Pemerintah memandang bahwa kondisi fisik dan mental pengemudi menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga pengawasan secara berkala perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif.


    Selain berfungsi sebagai pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi awak bus mengenai pentingnya menjaga kesehatan, profesionalitas kerja, serta kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini diharapkan mampu membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan.
    Dinas Perhubungan DIY menyampaikan bahwa menjelang masa Angkutan Lebaran, peningkatan mobilitas masyarakat memerlukan kesiapan menyeluruh baik dari sisi sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia transportasi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa angkutan umum.
    Keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi terpadu dalam penyelenggaraan pelayanan publik. BNN Sleman berperan sebagai pelaksana pemeriksaan, sementara Dinas Perhubungan DIY dan Dinas Perhubungan Sleman melakukan fasilitasi operasional serta koordinasi dengan pengelola terminal dan awak bus. Satpol PP Sleman turut mendukung aspek ketertiban pelaksanaan kegiatan, sedangkan Kesbangpol Sleman berperan dalam penguatan koordinasi kebijakan lintas kelembagaan.
    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Terminal Tipe B Jombor terpantau aman dan kondusif. Awak bus yang mengikuti pemeriksaan menunjukkan sikap kooperatif sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan keselamatan transportasi. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi publik.


    Melalui kegiatan deteksi dini ini, pemerintah berharap dapat meminimalkan potensi risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor non-teknis serta memastikan awak kendaraan dalam kondisi siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas pelayanan transportasi publik secara berkelanjutan.
    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Terminal Tipe B Jombor, dapat berlangsung dengan aman, selamat, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dengan rasa nyaman dan terlindungi.

  • Yogyakarta, 18 Maret 2026 — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, melaksanakan kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka kegiatan bertajuk “Pengecekan Arus Mudik oleh Kapolri”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, pukul 20.30 WIB, bertempat di Stasiun Tugu Yogyakarta.

    Kegiatan pengecekan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta pengamanan arus mudik, khususnya menjelang periode peningkatan mobilitas masyarakat. Dalam kesempatan ini, Kapolri meninjau langsung kondisi operasional di stasiun, termasuk pelayanan penumpang, sistem keamanan, serta koordinasi antarinstansi terkait.

    Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Danrem 072/Pamungkas, Danlanud Adisutjipto Yogyakarta, Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti, Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yogyakarta. Turut hadir pula Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengkubuwono X, dan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

    Seluruh peserta kegiatan mengenakan pakaian dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku di instansi masing-masing pada hari tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antarinstansi dalam mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik di wilayah Yogyakarta.

    Selain melakukan pengecekan, Kapolri juga melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian bingkisan Lebaran kepada para penumpang kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan kenyamanan dan kebahagiaan bagi para pemudik.

    Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gangguan selama arus mudik. Ia juga mengapresiasi kesiapan petugas di lapangan serta fasilitas yang telah disiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Dinas Perhubungan DIY sebagai salah satu unsur pendukung utama dalam pengelolaan transportasi menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait demi menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.