YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengendalian Angkutan Lebaran Tahun 2026 selama 16 hari, terhitung sejak 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu kelancaran, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran/Idulfitri 1447 H di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pemantauan lalu lintas dilakukan secara terpadu melalui Back Office Jogja Smart Province (JSP), hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Kepolisian Daerah (Polda) DIY. Pemantauan ini mencakup pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah DIY, serta pergerakan penumpang yang datang dan berangkat pada simpul-simpul transportasi utama.

Pemantauan arus lalu lintas dilaksanakan pada 10 titik perbatasan wilayah DIY. Sementara itu, pemantauan penumpang dilakukan di Terminal Tipe A Giwangan dan Dhaksinarga, Terminal Tipe B Jombor dan Wates, Terminal Tipe C Semin, Stasiun Yogyakarta (Tugu), Stasiun Lempuyangan, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adisucipto. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Dishub DIY, BPTD Kelas II Yogyakarta, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-DIY, PT KAI Daop 6 Yogyakarta, serta PT Angkasa Pura I.
Selain pemantauan, Dishub DIY juga melaksanakan pengendalian dan pengaturan lalu lintas, baik secara statis maupun mobile. Posko utama disiagakan di Simpang Prambanan dan Jembatan Kabanaran, Kabupaten Bantul, dengan melibatkan personel gabungan dari Dishub Kabupaten/Kota se-DIY, BPTD Kelas II Yogyakarta, Kepolisian, Jasa Marga, dan Satpol PP.

Untuk menjamin keselamatan Sarana Angkutan Umum dilakukan ramp check di Pool Bus sebanyak 247 dengan rincian 130 lulus 106 diperingatkan dan 5 tidak lulus sedangakan di Lokasi Obyek wisata sebanyak 31 dengan rincian 5 lulus 16 Peringatan dan 8 tidak lulus.
Data Pergerakan Kendaraan dan Penumpang

Pelaksanaan traffic counting melalui CCTV JSP dilakukan di 10 (sepuluh) titik strategis keluar-masuk wilayah DIY yang meliputi gerbang utama dan jalur alternatif, yaitu Simpang Prambanan (sisi timur), Tempel/Jembatan Krasak (sisi utara), Temon Purworejo dan jalur lintas selatan Temon Congot (Jalur Daendels) di sisi barat, Samudra Raksa Kalibawang sebagai jalur alternatif sisi utara-barat, serta Kikis Joholanang sebagai jalur alternatif sisi utara-timur. Selain itu, pemantauan juga dilakukan pada wilayah perbatasan timur DIY di Kabupaten Gunungkidul, meliputi Rongkop, Semin, Gedangsari, hingga Ngawen. Perluasan titik pantau ini memungkinkan perekaman volume kendaraan secara lebih komprehensif, baik pada jalur arteri utama maupun jalur alternatif.
Hasil traffic counting menunjukkan bahwa selama periode Lebaran 2026 tercatat total 5.569.341 kendaraan melintas, terdiri atas 3.002.209 kendaraan masuk dan 2.567.132 kendaraan keluar wilayah DIY. Jika dikonversikan ke dalam pergerakan orang, total mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 10.805.079 orang, dengan 5.685.094 orang masuk dan 5.119.985 orang keluar wilayah DIY.

Berdasarkan rekapitulasi data angkutan umum, tercatat total pergerakan penumpang (datang dan berangkat) di simpul transportasi utama mencapai 1.067.701 orang, terdiri atas 519.013 orang datang dan 548.688 orang berangkat. Pergerakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh dua moda utama, yaitu kereta api dan bus. Penumpang kedatangan tercatat lebih banyak melalui stasiun, sedangkan penumpang keberangkatan didominasi melalui terminal.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyelenggarakan program mudik gratis sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Program ini menyediakan 401 armada bus yang melayani 34 kota tujuan di berbagai daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran program ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan alternatif transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Analisis Tren Mobilitas

Berdasarkan hasil evaluasi, puncak mobilitas masyarakat tercatat terjadi pada 23 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan masuk tertinggi mencapai 235.328 kendaraan dalam satu hari, yang merupakan hari pertama arus balik pasca-Lebaran. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola pergerakan masyarakat ke masa pasca-Lebaran, seiring meningkatnya tren kunjungan wisata dan aktivitas silaturahmi.
Selain itu, pergerakan masyarakat pada tahun ini cenderung lebih merata sepanjang periode pemantauan dan tidak lagi terkonsentrasi pada H-1 maupun hari H Lebaran. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan lebih awal, kemudahan akses informasi terkait jadwal dan layanan transportasi, serta ketersediaan pilihan moda transportasi yang semakin memadai. Faktor-faktor tersebut mendorong distribusi arus mudik dan balik menjadi lebih tersebar, sehingga mampu mengurangi potensi kepadatan pada waktu puncak.
Distribusi arus lalu lintas juga menunjukkan penyebaran yang lebih seimbang, tidak hanya terfokus pada jalur utama, tetapi juga pada jalur alternatif dan wilayah perbatasan, seperti Samudra Raksa Kalibawang, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS/Daendels), serta jalur perbatasan di wilayah timur DIY. Hal ini mencerminkan meningkatnya literasi masyarakat dalam memilih rute perjalanan.
Di sisi lain, keberadaan akses Tol Purwomartani yang saat ini difungsikan sebagai pintu keluar wilayah DIY turut berkontribusi dalam mendistribusikan arus kendaraan, khususnya bagi pengguna yang menuju luar daerah. Akses ini menjadi salah satu titik pelepasan arus yang membantu mengurai kepadatan dari dalam wilayah, sehingga pergerakan lalu lintas menjadi lebih terkendali.
Tol Purwomartani mencatat total 143.797 kendaraan keluar selama periode pemantauan 16–29 Maret 2026. Volume arus keluar meningkat pasca Hari H Lebaran, dengan puncak terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 sebanyak 19.570 kendaraan. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan infrastruktur tol dalam mendukung arus balik serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih rute yang lebih efisien.
Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas
Secara umum, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah DIY berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kejadian menonjol, baik kecelakaan transportasi maupun bencana alam yang berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Kondisi ini sejalan dengan data Anev Kapolri yang disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, yang melaporkan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026 sebesar 31,19% atau berkurang sebanyak 136 jiwa dibandingkan periode Lebaran tahun 2025. Selain itu, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 6,31%, dari 3.754 kasus menjadi 3.517 kasus dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.
Penurunan tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang terukur dan presisi, serta sinergi antarinstansi dalam pengelolaan arus mudik dan balik.
Hasil pemantauan dan evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Dinas Perhubungan DIY dalam meningkatkan perencanaan dan manajemen transportasi pada periode libur panjang berikutnya, guna mewujudkan sistem transportasi yang andal, selamat, dan berkelanjutan. Capaian tersebut dapat terwujud berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak yang memiliki tujuan bersama, yaitu memastikan kelancaran dan keselamatan mobilitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Dinas Perhubungan
Daerah Istimewa Yogyakarta
Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si.


