Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital dalam pengelolaan pelayanan publik, khususnya pada sektor terminal dan perparkiran. Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah sistem parkir manless pada Tempat Khusus Parkir (TKP) Ketandan sebagai bentuk modernisasi pelayanan sekaligus optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
Implementasi sistem tersebut turut menjadi perhatian dalam kegiatan Benchmarking dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo pada tanggal 20–22 Mei 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi daerah serta peningkatan kapasitas anggota TP2DD Provinsi Gorontalo melalui pembelajaran praktik baik yang telah diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil dalam pengembangan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Benchmarking dan Capacity Building guna memberikan gambaran mengenai implementasi sistem digital dalam pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan daerah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di wilayah Provinsi Gorontalo, serta perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Gorontalo memperoleh berbagai pemaparan terkait keberhasilan implementasi digitalisasi transaksi daerah, inovasi pelayanan publik berbasis elektronik, hingga pengembangan sistem pembayaran digital pada sektor pelayanan masyarakat. Selain itu, peserta juga melaksanakan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung penerapan elektronifikasi transaksi daerah di Yogyakarta, termasuk implementasi sistem digital pada layanan parkir dan pengelolaan pendapatan daerah. Agenda ini sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik antar pemerintah daerah dalam pengembangan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi digital.

Pada kesempatan tersebut, Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY turut memperkenalkan sistem parkir manless yang diterapkan di Tempat Khusus Parkir Ketandan sebagai salah satu inovasi digitalisasi sektor perparkiran. Sistem parkir manless merupakan sistem pelayanan parkir tanpa petugas pada pintu masuk maupun pintu keluar yang memanfaatkan perangkat elektronik dan teknologi digital dalam proses pencatatan kendaraan, transaksi pembayaran, serta pengelolaan data parkir secara otomatis dan terintegrasi.
Penerapan sistem ini menjadi langkah strategis dalam mendukung tata kelola pendapatan daerah yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel. Melalui sistem digital yang terintegrasi, seluruh transaksi parkir dapat tercatat secara otomatis sehingga meminimalisasi potensi kebocoran pendapatan retribusi parkir. Selain itu, sistem ini juga mampu meningkatkan ketepatan pencatatan data kendaraan dan mempermudah proses monitoring serta evaluasi pengelolaan pendapatan daerah secara real time.
Tidak hanya dari sisi pengelolaan pendapatan, penerapan sistem parkir manless juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan publik. Pengguna layanan parkir dapat menikmati proses masuk dan keluar area parkir yang lebih cepat, tertib, dan praktis karena sistem telah menggunakan teknologi otomatisasi. Proses transaksi menjadi lebih efisien serta mendukung budaya pembayaran non tunai yang saat ini terus dikembangkan pemerintah dalam rangka mendukung ekosistem transaksi digital di masyarakat.

Sebagai kawasan parkir yang berada di pusat Kota Yogyakarta dan memiliki tingkat aktivitas kendaraan yang cukup tinggi, TKP Ketandan menjadi salah satu lokasi strategis dalam penerapan sistem pelayanan parkir berbasis digital. Kehadiran sistem manless diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna layanan sekaligus mendukung pengendalian operasional parkir yang lebih modern dan profesional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi digitalisasi pelayanan publik yang telah diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam memperkuat sistem elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY sendiri terus berupaya melakukan pengembangan pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi guna mendukung terwujudnya pelayanan publik yang modern, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Ke depan, penerapan sistem parkir berbasis digital seperti manless parking system diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi pendapatan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.


