Accessibility Tools

Kerja Bakti dan Penataan Lingkungan Dilaksanakan di Terminal Tipe B Wates untuk Tingkatkan Kualitas Fasilitas Publik

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kulon Progo, DIY — Dalam rangka meningkatkan kualitas kebersihan, keamanan, serta penataan fasilitas umum, kegiatan kerja bakti dan pembersihan lingkungan dilaksanakan di Terminal Tipe B Wates pada Selasa, 28 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yang bertugas di Kantor Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran maupun di lingkungan Terminal Tipe B Wates, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas keamanan (security), serta tenaga kebersihan (cleaning service), serta koordinasi dengan para pelaku usaha yang berada di kawasan Terminal Tipe B Wates. Kegiatan kali ini dipimpin oleh Plt. Kepala Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran, Rizki Budi Utomo, S.T., M.T., dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kondisi fasilitas publik yang representatif dan layak bagi masyarakat.


Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas Surat Edaran Program Indonesia Asri yang mendorong peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan fasilitas publik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan kerja bakti ini, seluruh unsur yang berada di lingkungan terminal diharapkan dapat turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi.


Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemeliharaan lingkungan terminal secara berkala, mengingat Terminal Tipe B Wates merupakan salah satu simpul transportasi yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan sekitarnya. Tingginya aktivitas operasional serta intensitas penggunaan fasilitas menuntut adanya upaya pemeliharaan yang berkesinambungan, baik dari sisi kebersihan, keamanan, maupun kelayakan sarana dan prasarana pendukung.


Kegiatan kerja bakti difokuskan pada beberapa aspek utama, seperti kebersihan lingkungan dan pemeriksaan kondisi kios-kios yang berada di area terminal. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan terhadap kondisi fisik kios, khususnya pada bagian pengamanan seperti pintu, kunci dan rolling door, guna memastikan bahwa seluruh kios dalam keadaan aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat mengganggu fungsi maupun berpotensi menimbulkan risiko keamanan. Selain itu, dilakukan pula pembersihan bagian dalam dan sekitar kios, termasuk pengangkatan debu, sampah, serta penataan ulang apabila ditemukan kondisi yang kurang tertata.


Selain penanganan pada area kios, kegiatan kerja bakti juga mencakup pembersihan lingkungan terminal secara menyeluruh. Kegiatan ini meliputi penyapuan area pelataran dan jalur pejalan kaki, pembersihan saluran drainase untuk memastikan tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan genangan air, serta pengumpulan dan pengangkutan sampah yang berada di berbagai titik di area terminal. Pembersihan dilakukan secara terpadu untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pengguna jasa transportasi.


Dalam pelaksanaannya, peserta kerja bakti didorong untuk berperan aktif dengan membawa peralatan kebersihan dan perawatan fasilitas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Peralatan yang digunakan antara lain arit untuk membersihkan rumput liar, cangkul untuk merapikan tanah atau saluran, sapu lidi maupun sapu ijuk untuk penyapuan, kain lap (majun) dan alat pel untuk pembersihan permukaan, serta amplas dan kuas yang dapat digunakan untuk perawatan ringan pada fasilitas tertentu. Ketersediaan alat ini diharapkan dapat menunjang efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan di lapangan.


Sehari sebelum pelaksanaan, peserta telah diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti pakaian kerja dan pakaian ganti guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya menitikberatkan pada hasil fisik berupa kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak dalam menjaga fasilitas publik secara bersama-sama.


Pelaksanaan kerja bakti ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga kualitas lingkungan terminal, termasuk dalam mencegah potensi timbulnya masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan yang dapat berdampak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Lingkungan terminal yang asri, bersih dan tertata dengan baik diharapkan dapat memberikan kesan positif serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa transportasi.


Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen pengelola Terminal Tipe B Wates dalam melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan berbagai unsur, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam pengelolaan fasilitas publik, sehingga keberlanjutan fungsi terminal sebagai pusat aktivitas transportasi dapat tetap terjaga dengan baik.


Sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, ke depan direncanakan untuk menyediakan fasilitas pengomposan secara alami berupa “luwangan” untuk menimbun sampah organik berupa dedaunan hingga menjadi kompos. Langkah ini direncanakan sebagai bentuk pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pemanfaatan metode alami tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana namun efektif dalam mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di kawasan terminal.


Selain pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan, dokumentasi kegiatan juga dilakukan sebagai bagian dari administrasi dan pelaporan kegiatan tindak lanjut Program Indonesia Asri. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus bentuk publikasi atas upaya bersama dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan fasilitas umum.


Melalui kegiatan kerja bakti ini, diharapkan kondisi Terminal Tipe B Wates menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi budaya kerja yang terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas lingkungan fasilitas umum.
Ke depan, kegiatan pemeliharaan lingkungan seperti kerja bakti akan terus didorong untuk dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh unsur terkait, sehingga tercipta lingkungan terminal yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang sehat, aman, dan layak bagi seluruh masyarakat.


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.