Yogyakarta – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Kawasan Jeron Beteng Yogyakarta sebagai kawasan heritage strategis dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ibu Erni Widyastuti, S.E., M.Si., serta Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Bapak Rizki Budi Utomo, S.T., M.T., sebagai perwakilan resmi dari Pemerintah Daerah DIY.
Mengusung tagline “Nyawiji Tanpa Emisi, Tradisi Luwih Lestari”, kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian nilai budaya yang selaras dengan pengelolaan mobilitas ramah lingkungan dan rendah emisi karbon. Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan Kawasan Rendah Emisi (KRE) Jeron Beteng melalui pendekatan terintegrasi antara pelestarian budaya, transportasi berkelanjutan, dan pengurangan emisi karbon.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, Jumat, 30 Januari 2026, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Arah Baru Jeron Beteng: Membangun Fondasi Menuju Kawasan Rendah Karbon” di Balai Raos Yogyakarta sebagai forum diskusi strategis para pemangku kepentingan.
Hari kedua, Minggu, 1 Februari 2026, kegiatan lapangan tetap berlangsung dengan penyesuaian akibat cuaca hujan. Titik kumpul dialihkan ke Parkiran Ngabean, dilanjutkan pembagian kelompok menggunakan moda becak dan Bus Thole, serta kegiatan berjalan kaki menuju Pasar Ngasem.

Di Pasar Ngasem Yogyakarta, kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Kawasan Jeron Beteng yang rendah emisi dan berkelanjutan, disertai hiburan.
Melalui keikutsertaan Dishub DIY, diharapkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan selaras dengan pelestarian nilai budaya di Kawasan Jeron Beteng Yogyakarta.