Dishub DIY dan World Bank Bahas Kerangka Pendukung Keputusan Keselamatan Jalan Berbasis Data

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

SLEMAN – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama World Bank menggelar Workshop Pengembangan Kerangka Pendukung Keputusan Keselamatan Jalan pada Jaringan Jalan Daerah di Indonesia (Developing Decision Support Framework for Road Safety in Indonesia’s Subnational Networks) di Ruang Rapat Dinas Perhubungan DIY, Babarsari, Sleman, Rabu (17 Juni 2026). Workshop ini diikuti berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam keselamatan jalan, mulai dari Dishub, Kepolisian, Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas PUPESDM, hingga PT Jasa Raharja.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan World Bank dalam mengembangkan Decision Support Framework (DSF) atau kerangka pendukung keputusan yang bertujuan membantu pemerintah daerah menentukan prioritas program keselamatan jalan secara lebih terukur, transparan, dan berbasis data.

Dalam paparannya, Konsultan Keselamatan Jalan Asih menjelaskan bahwa DSF dirancang untuk mengatasi fragmentasi data keselamatan jalan dengan mengintegrasikan lima pilar utama keselamatan jalan, yaitu manajemen keselamatan jalan, infrastruktur jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, keselamatan pengguna jalan, serta penanganan pascakecelakaan. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi risiko terbesar dan memprioritaskan intervensi serta alokasi anggaran pada sektor yang paling membutuhkan.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kebutuhan investasi keselamatan jalan yang berbeda. Oleh karena itu, pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kondisi dan data masing-masing wilayah agar program yang dijalankan lebih efektif dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Selain memperkenalkan DSF, workshop juga membahas pengembangan Road Safety Observatory (RSO) atau Observatorium Keselamatan Jalan sebagai pusat integrasi data lintas instansi. Keberadaan RSO diharapkan mampu mendorong perubahan pendekatan dari yang semula reaktif setelah kecelakaan terjadi menjadi lebih proaktif melalui analisis risiko dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Pada sesi berikutnya, narasumber Indah memaparkan hasil penerapan framework tersebut melalui pilot project di empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Studi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko keselamatan jalan berdasarkan lima pilar Safe System Approach dan menentukan prioritas penanganan yang paling dibutuhkan di masing-masing daerah.

Workshop ini juga dilengkapi sesi praktik penggunaan instrumen dan pengisian data keselamatan jalan yang melibatkan peserta dari berbagai instansi. Data yang dikumpulkan mencakup aspek manajemen keselamatan jalan, kendaraan, perilaku pengguna jalan, hingga penanganan pascakecelakaan sebagai dasar penyusunan kebijakan keselamatan jalan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Dishub DIY berharap kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan data keselamatan jalan dapat semakin kuat sehingga program keselamatan jalan di daerah dapat dirancang secara tepat sasaran dan berdampak nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.***


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.