Antusiasme Wisatawan Tinggi, Becak Listrik dan Kayuh Gratis Bulan Agustus Layani 125 Perjalanan di Malioboro

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

YOGYAKARTA – Wisatawan dan masyarakat mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman berbeda menjelajahi kawasan Malioboro melalui layanan becak listrik gratis. Kegiatan bertajuk “Ayo Naik Becak Listrik Gratis – Jelajahi Malioboro dengan Cara Berbeda” ini digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

Kegiatan yang dipusatkan di Pos Gumaton, eks Parkir Abu Bakar Ali, tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan alternatif transportasi wisata yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.

Masyarakat yang ingin mengikuti layanan ini cukup datang ke Pos Gumaton dan menyampaikan kepada panitia bahwa ingin menaiki becak listrik. Setelah mengikuti instruksi yang diberikan, penumpang kemudian dapat menikmati perjalanan berkeliling kawasan Malioboro secara gratis.

Selama kegiatan berlangsung, tercatat terdapat 38 unit dengan 125 transaksi pemesanan trip perjalanan becak yang melayani masyarakat dan wisatawan. Jumlah perjalanan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mencoba becak listrik sekaligus menikmati suasana Malioboro dengan moda transportasi yang berbeda.

Kehadiran becak listrik juga menjadi bagian dari perkembangan transportasi wisata di Yogyakarta. Dengan menggunakan tenaga listrik, moda transportasi ini menawarkan konsep perjalanan yang lebih ramah lingkungan dan dapat menjadi pilihan untuk mendukung mobilitas wisatawan di kawasan perkotaan.

Namun, becak listrik tidak meninggalkan becak kayuh. Kehadiran becak listrik bukan dimaksudkan untuk menghilangkan keberadaan becak kayu yang telah lama menjadi bagian dari identitas transportasi tradisional Yogyakarta. Becak kayu memiliki nilai sejarah, budaya, serta menjadi sumber penghidupan bagi para pengemudinya.

Becak listrik dan becak kayuh dapat berjalan berdampingan. Becak listrik menjadi bentuk inovasi dalam menghadirkan transportasi yang mengikuti perkembangan zaman, sedangkan becak kayuh tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan transportasi tradisional dan daya tarik wisata Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mencoba moda transportasi baru, tetapi juga diperkenalkan pada konsep transportasi wisata yang menggabungkan inovasi, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.

Dengan demikian, perjalanan menyusuri Malioboro menggunakan becak listrik bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk melihat bagaimana Yogyakarta terus berinovasi dalam bidang transportasi tanpa meninggalkan akar budaya yang telah menjadi ciri khasnya.


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.