Menikmati Film Para Perasuk dari Atas Becak Listrik, Semarak JELAJAH KOTABARU 2026

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Yogyakarta, 17 September 2026 — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) turut berpartisipasi dalam kegiatan JELAJAH KOTABARU – Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 yang berlangsung di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pengalaman unik dengan memadukan sejarah, budaya, pariwisata, dan transportasi tradisional yang diperkuat teknologi listrik. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah pemutaran film Para Perasuk yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis dari atas becak listrik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peserta menaiki becak listrik untuk berkeliling kawasan Kotabaru. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan walking tour untuk mengenal sejarah serta berbagai cerita yang melekat pada kawasan Kotabaru.

Peserta juga diajak menikmati pertunjukan tari sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya. Selanjutnya, suasana semakin semarak dengan agenda nonton film Para Perasuk secara gratis dari atas becak listrik. Konsep tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dalam menikmati film sekaligus memperkenalkan becak listrik sebagai bagian dari moda transportasi yang dapat mendukung kegiatan wisata dan budaya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Rizki menyampaikan bahwa JELAJAH KOTABARU bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi menjadi ruang untuk mengenal kembali sejarah, budaya, dan karakter kawasan Kotabaru melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Dalam konteks tersebut, transportasi memiliki peran penting. Hari ini kita melibatkan 38 pengemudi becak kayuh dengan penguat tenaga listrik,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, keterlibatan para pengemudi becak tidak hanya mendukung mobilitas peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan becak sebagai salah satu identitas transportasi dan budaya Yogyakarta.

Menurut Rizki, inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat moda transportasi tradisional agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan karakter dan identitasnya.

“Penguat tenaga listrik pada becak kayuh menjadi salah satu bentuk inovasi tersebut. Teknologi menjadi penguat, sementara budaya tetap menjadi pijakan,” jelasnya.

Melalui Rute Toleransi dan Rute Perjuangan, peserta tidak hanya diajak menikmati kawasan Kotabaru, tetapi juga memahami berbagai nilai dan peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Yogyakarta.

Dishub DIY berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta dapat terus dikembangkan, khususnya dalam memperkuat sinergi antara kebudayaan, pariwisata, dan transportasi.

“Becak tetap menjadi bagian dari Yogyakarta. Teknologi menjadi penguatnya. Budaya menjadi pijakannya. Kolaborasi menjadi penggeraknya,” pungkas Rizki.

Kegiatan JELAJAH KOTABARU – KHFF 2026 menjadi ruang untuk menikmati kawasan heritage melalui pengalaman yang memadukan perjalanan dengan becak listrik, jelajah sejarah, pertunjukan budaya, hingga menonton film Para Perasuk secara gratis dari atas becak listrik.


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.