NGOPI Dishub DIY Ingatkan Pentingnya Memilih Angkutan Pariwisata yang Aman untuk Study Tour, Ini Tips Lengkapnya!

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

YOGYAKARTA – Menjelang masa libur sekolah, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih angkutan pariwisata demi menjamin keselamatan perjalanan study tour. Ajakan tersebut disampaikan melalui webinar NGOPI (Ngobrol Permasalahan Transportasi) bertema "Cerdas Memilih Angkutan Pariwisata untuk Study Tour: Aman, Nyaman dan Berkeselamatan" yang digelar secara daring pada Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang disiarkan melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Dishub DIY itu dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., serta menghadirkan narasumber Anggota Komisi C DPRD DIY, Timbul Suryanto, dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta, Dody Arifianto, S.T., M.M.Tr. Diskusi dipandu oleh Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, S.Si.T., M.T.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan bahwa keselamatan dalam perjalanan study tour merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, budaya keselamatan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, penyedia jasa transportasi, orang tua, hingga masyarakat.

"Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau operator angkutan semata. Kita semua memiliki peran untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman dan berkeselamatan. Budaya keselamatan harus terus ditanamkan melalui kolaborasi seluruh pihak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II D.I. Yogyakarta, Dody Arifianto, mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur pada harga murah semata saat memilih angkutan pariwisata. Ia menekankan pentingnya memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi aspek kelaikan dan legalitas.

"Pastikan bus yang akan digunakan telah lulus uji berkala atau uji KIR, memiliki izin operasional yang sah, dilengkapi fasilitas keselamatan, serta dikemudikan oleh pengemudi yang kompeten dan dalam kondisi prima. Jangan hanya mempertimbangkan harga, tetapi utamakan keselamatan," kata Dody.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi C DPRD DIY, Timbul Suryanto, menyoroti pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam proses perencanaan study tour. Menurutnya, keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan angkutan.

"Sekolah dan orang tua perlu lebih selektif dalam memilih jasa angkutan pariwisata. Jangan sampai faktor biaya mengesampingkan aspek keselamatan. Keselamatan anak-anak adalah prioritas yang harus dijaga bersama," ungkap Timbul.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan masukan yang disampaikan selama diskusi. Sejumlah peserta menanyakan tentang batas usia kendaraan pariwisata, penggunaan armada dari luar daerah, larangan penambahan kursi lipat demi efisiensi biaya, hingga mekanisme pengawasan terhadap pelanggaran yang dilakukan operator angkutan.

Melalui kegiatan NGOPI, Dishub DIY berharap sekolah, orang tua, biro perjalanan, operator angkutan, serta masyarakat semakin memahami pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan study tour. Sebab, perjalanan yang aman dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh tujuan wisata yang menarik, tetapi juga oleh kesiapan seluruh pihak dalam memenuhi standar keselamatan transportasi.

Program NGOPI sendiri merupakan wadah diskusi dan pembelajaran bersama yang rutin diselenggarakan Dinas Perhubungan DIY untuk membahas berbagai isu transportasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan budaya transportasi yang tertib, aman, nyaman, dan berkeselamatan dapat terus tumbuh di Daerah Istimewa Yogyakarta.***


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.