YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan dan Peningkatan Skill Pengemudi Moda Tradisional Yogyakarta Angkatan II yang diikuti pengemudi becak dan andong dari berbagai koperasi di Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17–22 Juni 2026 di Balai Tanjung Kompleks Kepatihan DIY.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pengemudi moda transportasi tradisional agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi transportasi yang semakin modern dan ramah lingkungan. Peserta berasal dari Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta, Koperasi Jasa Becak Kayuh Yogyakarta, Koperasi Jasa Asha Abyakta Senopati, dan Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta.

Mewakili Kepala Dinas Perhubungan DIY, Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, menyampaikan bahwa pengemudi becak dan andong memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan wisata di Yogyakarta, khususnya di kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Menurutnya, kesan pertama wisatawan terhadap Yogyakarta sering kali terbentuk dari interaksi mereka dengan pengemudi moda transportasi tradisional.
“Pengemudi becak dan andong memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai wajah pelayanan pariwisata Yogyakarta yang berinteraksi langsung dengan wisatawan,” demikian sambutan Kepala Dinas Perhubungan DIY yang dibacakan oleh Sapto pada Rabu (17/6).

Terlebih sejak ditetapkannya kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, para pengemudi moda tradisional dituntut untuk memberikan impresi terbaik kepada wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Ke depan, bapak-bapak ini akan menjadi wajah pariwisata, khususnya di kawasan Malioboro. Bapak-bapak yang akan menjadi istilahnya among tamu (tuan rumah), melayani para wisatawan yang berwisata di DIY," ujar Sapto dalam sambutannya.

Selama empat hari ke depan, para pengemudi yang tergabung dalam koperasi becak dan andong akan dibekali kurikulum komprehensif. Peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kemampuan dasar bahasa Inggris untuk pelayanan wisata, pemahaman budaya dan sejarah Sumbu Filosofi Yogyakarta, digital marketing, hingga pengenalan teknologi kelistrikan pada becak listrik. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing moda transportasi tradisional di tengah perkembangan zaman.
Di sisi lain, Kepala Seksi Angkutan Jalan Dishub Kota Yogyakarta, Dany Kistiarto, membawa kabar baik mengenai legalitas operasional. Dishub Kota Yogyakarta berencana menerbitkan identitas resmi pengemudi sebagai pelengkap sertifikat kompetensi yang didapatkan peserta setelah lulus pelatihan.

Dany juga mengimbau para pengemudi becak kayu, becak listrik, maupun andong yang masa berlaku izin operasionalnya sudah habis untuk segera mengurus perpanjangan.
- Biaya Pengurusan: Gratis (tidak dipungut biaya apa pun).
- Lokasi Pelayanan: Kantor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Kompleks Terminal Giwangan.
- Waktu Pelayanan: Senin s.d. Jumat, pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Selain materi pelayanan, pelatihan kali ini memberikan porsi khusus pada materi teknis kelistrikan. Pemerintah daerah mendorong digitalisasi dan elektrifikasi transportasi tradisional sebagai langkah adaptasi zaman yang ramah lingkungan.
Abdullah (Mas Dul), selaku narasumber teknisi becak listrik, mengingatkan para peserta agar tidak hanya bisa menggunakan, tetapi juga paham cara merawat komponen elektrikal dengan benar.
"Jangan sampai niatnya merawat, tapi caranya salah—misalnya dicuci semprot sampai ke bagian baterainya. Target hari ini minimal bapak-bapak bisa mengenali komponen-komponen becak listrik ini dengan baik," jelas Mas Dul pada sesi materi hari pertama.***


