Accessibility Tools

  • Becak listrik atau hybrid ini akan digunakan sebagai pengganti becak motor.

    YOGYAKARTA -- Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian meminta agar becak listrik yang diusulkan oleh Pemda DIY dan DPRD DIY harus memiliki lisensi sebelum dioperasionalkan. Hal mengemuka saat Dinas Perhubungan DIY bersama Komisi D  DPRD DIY berkunjung ke Kementerian Perhubungan di Jakarta, pekan lalu.

  • Harianjogja.com, JOGJA—Becak listrik yang akan menggantikan becak motor (betor) akan diuji coba di kawasan semi pedestrian di Malioboro pada Selasa Wage (27/8/2019).

  • Harianjogja.com, JOGJA--Rencana uji coba becak listrik pada Selasa Wage, (27/8/2019) batal dilakukan. Hal ini dikarenakan surat izin dari Kemenhub belum juga turun.

  • YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 2023 - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempertemukan pegiat becak kayuh dengan sejumlah stakeholder untuk menindaklanjuti inovasi becak wisata di Yogyakarta, khususnya kawasan Malioboro dan sekitarnya.

  • Yogyakarta, 23 Desember2023 – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Becak Kayuh Bertenaga Alternatif (Berkreatif) di Ketandan, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta pada Sabtu (23/12/2023).

  • Yogyakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menyerahkan aset Becak Kayuh Tenaga Alternatif (BERKREATIF) tahun 2023 kepada Forum Pemerhati Moda Transportasi Tradisional. di Tempat Khusus Parkir (TKP) Beskalan, Kota Yogyakarta pada Jumat, 15 November 2024.

  • Yogyakarta – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Koperasi dan UKM DIY, dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, menyelenggarakan rapat pembinaan untuk Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta, pada Selasa, 11 Februari 2025 di Ruang Rapat Teras Malioboro 1.

    Kegiatan rapat ini membahas keberlangsungan Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta serta kewajiban anggota koperasi dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan becak dan laporan tahunan kepada Dinas Koperasi dan UKM DIY.

    Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub DIY, Agha Perdana Putro, S.Si.T memimpin rapat dengan menekankan pentingnya eksistensi pengemudi becak listrik. Pemerintah Daerah (Pemda) akan berupaya membantu meningkatkan operasional becak, baik dari sisi promosi maupun program pemerintah yang memberikan privilege kepada koperasi jika pengemudi becak listrik eksis.

    Selanjutnya, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir. Setyo Hastuti, MP menyatakan bahwa dinas akan senantiasa mendampingi koperasi dalam operasional becak. Ia juga menekankan pentingnya komitmen anggota koperasi dalam menjalankan usaha dan menyarankan agar anggota yang berseberangan dengan visi misi koperasi dapat dikeluarkan dari keanggotaan.

    Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Hary Purwanto, S.IP. meminta agar pengemudi becak listrik tertib dalam berlalu lintas dan memberikan kabar baik mengenai usaha pemasangan jaringan listrik untuk pengisian daya di area celukan. Selain itu, pengemudi diimbau untuk mengurus Surat Izin Operasional Kendaraan Tidak Berplat (SIOKTB).

    Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewajiban anggota koperasi berupa iuran wajib dan pokok, rapat akhir tahunan, penyusunan daftar inventaris barang atau aset, hingga penyusunan rencana kegiatan. Penyuluhan ini dilakukan agar skema bisnis Becak Bertenaga Alternatif yang dijalankan Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta lebih jelas dan juga pendapatan tukang becak lebih sejahtera.

    Beberapa peserta mendapatkan kesempatan diskusi dua arah dengan perwakilan dinas yang hadir guna mendapatkan solusi bersama atas berbagai kendala operasional yang terjadi di lapangan setelah becak diterima beberapa waktu lalu.

    Sebagai penutup, disimpulkan bahwa ada beberapa kendala teknis dalam operasional becak listrik, termasuk masalah baterai yang masih dalam garansi dan bisa diklaim. Pemerintah Kota Yogyakarta sedang berusaha menyediakan jaringan instalasi listrik. Koperasi juga perlu meningkatkan pertemuan anggota dan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY untuk berjalan lebih optimal.*** 

  • Yogyakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perhubungan DIY Bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hari ini menggelar Kampanye Penggunaan Becak Kayuh Bertenaga Listrik di kawasan Malioboro.

    Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Pejabat Sekretaris Daerah DIY, Arya Nugraha, S.T., M.I., serta jajaran pejabat daerah lainnya dan pengemudi becak listrik.

  • Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan sarat nilai-nilai lokal, termasuk dalam hal transportasi. Namun, di balik itu, masih ada kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, seperti bentor (becak motor).

    Meskipun dianggap praktis, penggunaan bentor di wilayah DIY tidak diperbolehkan karena kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan, administrasi, dan teknis sebagai angkutan umum.

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dan Antar Wilayah melaksanakan kegiatan pengawasan operasional becak kayuh dengan penguat tenaga listrik pada Rabu (11/3/2026) di wilayah perkotaan Yogyakarta.

  • Yogyakarta - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan dan Peningkatan Skill Pengemudi Moda Tradisional Yogyakarta mulai Senin hingga Kamis, 18–21 Mei 2026, di Balai Tanjung Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

  • Dalam rangka mendukung pemberdayaan transportasi tradisional sekaligus memeriahkan agenda budaya “Selasa Wagen”, kegiatan kampanye layanan Becak Gratis tahap kedua dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di kawasan Pos Gumaton dan sekitarnya. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 38 pengemudi becak yang terdiri dari becak kayuh tradisional serta becak kayuh dengan penguat tenaga alternatif berbasis listrik.

    Persiapan kegiatan dimulai sejak pukul 13.00 WIB oleh tim pelaksana melalui penataan lokasi, pemasangan perlengkapan pendukung, serta pengaturan area pelayanan di sekitar Pos Gumaton. Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB seluruh pengemudi becak berkumpul untuk mengikuti briefing terkait teknis pelayanan, alur operasional, durasi kegiatan, hingga rute pelayanan becak gratis selama kegiatan berlangsung.

    Setelah pengarahan selesai, seluruh pengemudi menempatkan becaknya pada area yang telah ditentukan guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Malioboro. Kampanye layanan becak gratis kemudian resmi dimulai dengan dukungan tim promosi dan pembawa acara (MC) yang aktif mengajak wisatawan maupun masyarakat untuk mencoba layanan becak kayuh dan becak tenaga alternatif secara gratis melalui mekanisme pendaftaran yang telah disediakan.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas pelaksana ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Malioboro dan sekitarnya, meliputi Titik Loco Café, Titik Bank BPD DIY, Titik Hotel Inna Garuda, serta Titik Utara Pos Gumaton. Petugas di masing-masing titik bertugas memberikan informasi sekaligus menawarkan layanan becak gratis kepada masyarakat dan wisatawan.

    Sementara itu, tim yang berada di Pos Gumaton bertanggung jawab dalam membantu proses registrasi pemesanan layanan, mengatur distribusi layanan kepada pengemudi becak, serta memastikan kelancaran arus keberangkatan becak menuju kawasan Jalan Malioboro.

    Kegiatan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB dan mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat maupun wisatawan. Berdasarkan hasil rekapitulasi pelayanan, sebanyak 38 unit becak terlibat dalam kegiatan ini dengan total 80 transaksi layanan becak gratis yang berhasil tercatat selama pelaksanaan kegiatan.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan keberadaan becak sebagai moda transportasi tradisional khas Yogyakarta dapat terus dikenal, dimanfaatkan, serta menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata dan budaya di kawasan Malioboro.

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.