Accessibility Tools

  • YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2023 – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulai uji coba contra flow atau jalur lawan arah khusus bus Trans Jogja di Jalan Pasar Kembang, Yogyakarta pada Selasa (31/10/2023).

  • Yogyakarta - Masih banyaknya fasilitas transportasi umum yang belum ramah disabilitas dan berbagai kendala di lapangan menjadi perhatian Dinas Perhubungan DIY. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan DIY, Nunik Arzakiyah saat membuka Sosialisasi Urusan Perhubungan dengan tema Layanan Transportasi yang Ramah Disabilitas pada Rabu, 23 Oktober 2024 di Ruang Rapat Kendalisodo Kantor Dinas Perhubungan DIY. 

  • Yogyakarta – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut hadir menjadi peserta upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025 di Terminal Giwangan, Rabu (17/9). 

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian angkutan umum Bus Trans Jogja pada Senin (9/3/2026) di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB dengan melibatkan unsur BPTD Kelas II Yogyakarta.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa lima unit bus dan seluruhnya ditemukan melakukan pelanggaran. Tindakan yang diberikan berupa teguran pernyataan kepada masing-masing kendaraan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, beberapa bus diketahui memiliki tingkat emisi yang melebihi ambang batas serta ditemukan kondisi teknis kendaraan seperti pintu bus yang rusak dan atap yang mengalami kebocoran.

    Kegiatan pengawasan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kelayakan operasional angkutan umum serta menjaga kualitas layanan transportasi bagi masyarakat pengguna Bus Trans Jogja.***

  • YOGYAKARTA – Transportasi publik yang terintegrasi menjadi salah satu kunci mobilitas perkotaan yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, upaya tersebut diwujudkan melalui Inovasi Sistem Informasi Layanan Angkutan Umum yang dikenal denganNYAWIJI. Program ini tidak hanya menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda.

    Salah satu bentuk nyata edukasi tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi yang melibatkan siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan pada Selasa (5/5). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dirancang berbeda dari biasanya. Tidak sekadar penyampaian materi di dalam ruangan, para siswa diajak langsung merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik, mulai dari titik kumpul di TPB Pasar Kalasan hingga melakukan perjalanan menggunakan Trans Jogja menuju Halte Bandara Adisucipto/Stasiun Maguwo.

    Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman langsung tentang bagaimana sistem transportasi terintegrasi bekerja. Mereka tidak hanya mengenal halte bus sebagai titik pemberhentian, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan pesawat. Kunjungan ke Stasiun Maguwo memberikan gambaran nyata mengenai perpindahan antar moda yang efisien dan terkoordinasi.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Angkutan, Wulan Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa NYAWIJI merupakan sistem informasi yang mengintegrasikan berbagai jadwal layanan transportasi dalam satu platform. Siswa pun diajak mempraktikkan penggunaan NYAWIJI melalui PTIS (Public Transportation Information System) untuk mengakses informasi jadwal Trans Jogja, KRL, hingga penerbangan secara terpadu.

    "Harapan kami dengan adanya integrasi sistem informasi layanan angkutan umum ini adalah terwujudnya layanan transportasi yang lebih terhubung, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Masyarakat akan memperoleh informasi secara real-time terkait Jadwal keberangkatan dan kedatangan, Rute dan konektivitas antar moda, Tarif dan waktu tempuh" ujar Wulan Sapto Nugroho di sela-sela pendampingan siswa. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik tanpa khawatir tertinggal jadwal antar moda.

    Konsep integrasi ini tidak hanya terwujud dalam sistem informasi, tetapi juga dalam infrastruktur fisik. Halte bus, stasiun kereta api, dan bandara saling terhubung sebagai satu kesatuan layanan transportasi. Dengan demikian, perpindahan dari satu moda ke moda lain menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman.

    Kegiatan sosialisasi juga memiliki nilai strategis dalam menanamkan kesadaran penggunaan transportasi umum sejak dini. Dengan pengalaman langsung, siswa dapat memahami manfaat transportasi publik, seperti efisiensi waktu, pengurangan kemacetan, serta kontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik.

    Disamping itu, meningkatkan literasi transportasi publik sejak dini serta mendorong generasi muda agar lebih terbiasa menggunakan transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari. 

    Lebih dari sekadar program teknis, NYAWIJI mencerminkan semangat kolaborasi dan pelayanan yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari sistem transportasi yang modern dan terintegrasi. 

    Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terbiasa menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam beraktivitas. Dengan demikian, dapat mewujudkan visi sistem transportasi yang aman, selamat, tertib, lancar, dan berkelanjutan.***

  • Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Forum Ngopi (Ngobrol Perkara Transportasi) bertemaIntegrasi Layanan Angkutan Umum di DIY secara daring pada Kamis, 8 Mei 2025, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Perhubungan dan Komisi C DPRD DIY. Kegiatan ini membahas penguatan integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, hingga pengembangan konektivitas antarmoda di DIY. 

    Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., mengatakan bahwa transportasi publik saat ini tidak hanya dituntut mampu memindahkan masyarakat dari satu titik ke titik lain, tetapi juga harus memberikan kenyamanan, kepastian, serta kemudahan akses informasi bagi pengguna saat membuka acara.

    “Transportasi publik ini tidak lagi sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga harus mampu memberikan kepastian, kenyamanan, dan kemudahan akses informasi bagi penggunanya,” ujar Erni. 

    Ia menyebut, layanan Trans Jogja saat ini telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok usia produktif. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Trans Jogja mencapai indeks 90,99 dengan kategori sangat baik. 

    Namun demikian, Dishub DIY menilai masih terdapat tantangan pada aspek integrasi antarmoda dan digitalisasi layanan transportasi. Salah satu titik integrasi yang dinilai potensial adalah kawasanPark and Ride Bandara Adi Sucipto yang telah menghubungkan Trans Jogja, KRL Jogja–Solo, dan transportasi udara, tetapi belum sepenuhnya didukung sistem informasi terintegrasi. 

    Sebagai solusi, Dishub DIY menginisiasi Program NYAWIJI atau “Navigasi yang Wujudkan Integrasi Jadwal dan Informasi” untuk mendorong transformasi digital layanan transportasi publik berbasis integrasi sistem informasi multimoda. 

    “Melalui NYAWIJI, kita berupaya membangun ekosistem transportasi yang terintegrasi secara bertahap, dimulai dari integrasi data dan informasi jadwal antar moda secarareal time,” kata Erni. 

    Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Ditjen Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan, Amirullah, dalam paparannya menyebut Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dengan pertumbuhan kunjungan wisata yang tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan layanan transportasi publik massal. 

    “Jogja saat ini boleh dikatakan sebagai destinasi wisata utama di Indonesia,” ujar Amirullah. 

    Ia juga mengapresiasi layanan Trans Jogja yang dinilai masuk tiga besar layananBuy The Service (BTS) terbaik di Indonesia setelah TransJakarta dan Trans Jateng. 

    Dalam forum tersebut, Amirullah mendorong perluasan layanan Trans Jogja hingga menjangkau Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo agar seluruh wilayah DIY terhubung dalam satu sistem layanan transportasi publik. 

    “Kami berharap kedepannya Trans Jogja dapat melayani Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo juga, sehingga menjadi satu kesatuan pelayanan di seluruh DIY,” ungkapnya. 

    Selain itu, Kementerian Perhubungan juga tengah menyiapkan konsep integrasi pembayaran satu kartu untuk seluruh moda transportasi di kawasan Jogja–Solo. Konsep tersebut diharapkan memudahkan wisatawan maupun masyarakat dalam berpindah moda transportasi secara praktis dan terintegrasi. 

    Anggota DPRD DIY Komisi C, Aslam Ridlo, menilai penyusunan Rencana Induk Transportasi Daerah menjadi momentum penting untuk menjawab tantangan transportasi di DIY, terutama karena karakter ekonomi Yogyakarta yang bertumpu pada pariwisata dan industri kreatif. 

    “Kita membutuhkan konsep transportasi yang mampu mengoneksikan unit-unit usaha yang banyak dan tersebar tersebut, dalam rangka menopang dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Aslam Ridlo. 

    Ia juga menyoroti kepadatan lalu lintas musiman yang terjadi saat akhir pekan dan musim liburan sebagai tantangan serius bagi DIY di masa mendatang. 

    Forum Ngopi kali ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.***

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.