• YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Perhubungan DIY terus memperkuat komitmennya mewujudkan Malioboro sebagai Kawasan Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) melalui penataan transportasi yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pejalan kaki. Komitmen tersebut disampaikan dalam podcast "Bincang Santai dengan Harian Jogja" yang diselenggarakan pada Jumat (3/7/2026) di Teras Malioboro 1, Yogyakarta.

  • YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) menerima audiensi perwakilan Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Kantor Dishub DIY, Rabu (29/07/2026). Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka menyerap masukan, aspirasi, serta dukungan dari komunitas keagamaan dan masyarakat sekitar kawasan terkait rencana implementasi Program Full Pedestrian Malioboro Tahun 2027.

    Audiensi dipimpin oleh Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub DIY, Lazuardi S.Si.T., M.M., bersama Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub DIY, Ristini, S.E.. Sementara itu, pihak perwakilan GPIB dihadiri langsung oleh Pdt. Jimmy selaku pemuka agama, didampingi Koordinator Kehumasan dan Sosial dan Sekretaris Jemaat. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian koordinasi lanjutan pihak gereja bersama pemerintah daerah pasca-koordinasi terdahulu dengan Pemkot Yogyakarta dan instansi cagar budaya.

    Dalam forum tersebut, perwakilan Jemaat GPIB menyatakan dukungan penuh terhadap program revitalisasi Kawasan Sumbu Filosofi sebagai bagian dari pelestarian Warisan Dunia UNESCO. Mengingat posisi bangunan GPIB yang bernilai sejarah dan berada di zona cagar budaya Malioboro, pihak gereja menyampaikan sejumlah masukan terkait penataan aksesibilitas, ketertiban kawasan, hingga penyediaan kantong parkir alternatif di sekitar Jalan Reksobayan. Penataan ini diharapkan tetap menjamin kenyamanan serta kemudahan kelancaran pelayanan ibadah jemaat.

    Menanggapi hal tersebut, jajaran Dishub DIY menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dan masukan konstruktif dari Jemaat GPIB. Pihak Dishub DIY menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi—khususnya mengenai aksesibilitas, kenyamanan aktivitas keagamaan, serta manajemen lalu lintas sekitar kawasan—akan dilaporkan kepada pimpinan dan dijadikan bahan kajian dalam forum koordinasi lintas Perangkat Daerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan persiapan uji coba Full Pedestrian Malioboro pada November 2026 mendatang dapat berjalan inklusif, tertib, dan berkelanjutan.

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.