YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DIY sukses menyelenggarakan aksi nyata pelestarian lingkungan dan budaya lewat "Kampanye Becak Listrik DIY 2026" untuk edisi pelaksanaan yang ketiga pada Selasa, 16 Juni 2026. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, agenda kali ini sengaja digelar bukan pada momen Selasa Wagen, melainkan demi menyambut libur hari besar 1 Muharram sekaligus menyapa para wisatawan yang tengah memadati Kota Jogja.
Langkah strategis ini membuahkan hasil manis. Antusiasme masyarakat dan pelancong pada edisi ketiga ini melonjak tajam melampaui pelaksanaan pertama dan kedua. Berkat penyebaran informasi yang kian meluas ke berbagai daerah, tercatat sebanyak 242 penumpang berhasil terlayani dengan selamat sepanjang acara berlangsung. Mayoritas dari pengguna yang datang didominasi oleh pengunjung yang bergerak secara berkelompok atau rombongan.
Progra, bertajuk "Pelestarian Moda Transportasi Tradisional Melalui Kampanye Becak Listrik DIY 2026" ini berlangsung dari pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Sepanjang sore, kawasan cagar budaya Yogyakarta dipadati oleh antrean kelompok wisatawan yang antusias menjajal pengalaman keliling kota tanpa emisi.
Daya tarik kampanye ketiga ini kian memikat berkat hadirnya unit becak listrik prototipe terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ikut mengaspal untuk pertama kalinya. Kehadiran unit anyar dari KAI ini menjadi pusat perhatian dan melengkapi puluhan armada koperasi yang telah dikerahkan secara terintegrasi, yang meliputi:
- 10 unit armada dari Koperasi Jasa Asha Abyakta Senopati Yogyakarta.
- 10 unit armada dari Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta.
- 18 unit armada dari Koperasi Jasa Becak Kayuh Yogyakarta.
Kolaborasi lintas sektor antara BUMN, pemerintah daerah, dan koperasi ini membuktikan komitmen bersama dalam memodernisasi angkutan tradisional tanpa menghilangkan nilai budaya dan karakteristik aslinya.

Untuk mengakomodasi rombongan wisatawan yang ingin menikmati keindahan lanskap sejarah Yogyakarta, Dishub DIY mengoperasikan armada becak listrik ini melalui dua rute integrasi di kawasan Sumbu Filosofis. Menghubungkan titik-titik krusial mulai dari Pos Gumaton, Gedung DPRD DIY, Teras Malioboro 1, Titik Nol KM, Simpang Gondomanan, hingga Jalan Mataram.
Setiap rombongan dapat naik dan turun secara teratur di area titik integrasi resmi yang telah ditandai oleh petugas di sepanjang jalur.
Kenyamanan Klasik dengan Akses Digital Gratis

Guna menghadirkan pelayanan yang inklusif, seluruh fasilitas operasional ini didukung penuh oleh anggaran pemerintah sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmatinya secara GRATIS alias tanpa dipungut biaya. Mengingat banyaknya pengunjung yang datang berkelompok, sistem pemesanan digital yang disediakan terbukti sangat membantu mengurai antrean. Wisatawan dapat mengakses layanan melalui dua skema:
- Akses Langsung (On The Spot): Perwakilan kelompok wisatawan cukup datang ke titik integrasi dan melakukan pemesanan langsung di lokasi dengan memindai portal resmi di https://becakjogja.id/.
Masyarakat dapat memantau jadwal Kampanye Becak Listrik Gratis melalui akun media sosial resmi Dinas Perhubungan DIY di Instagram (@dishubdiy), Facebook, maupun website kedinasan.
Pemerinttah daerah optimistis bahwa pemanfaatan teknologi hijau pada transportasi tradisional akan semakin diminati, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang adaptif, ramah lingkungan, dan sarat akan nilai budaya.



