Bantul, 20 Juli 2026 – Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY), Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., menjadi Pembina Upacara Bendera sekaligus memimpin Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai di SMAN 1 Sewon, Bantul, Senin (20/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan upacara dan deklarasi serentak di SMA/SMK se-DIY yang melibatkan kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik, serta Keputusan Gubernur DIY Nomor 185 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Anak Kenakalan Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah DIY mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran manajemen SMAN 1 Sewon. Kehadiran Kepala Dishub DIY sebagai pembina upacara menjadi wujud dukungan Pemerintah Daerah DIY dalam membangun sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.

Dalam amanat yang disampaikan, Chrestina Erni Widyastuti mengajak seluruh pelajar untuk menjaga masa depan dengan menjauhi berbagai bentuk perilaku negatif, seperti kekerasan, perundungan (bullying), intoleransi, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, hingga tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum. Menurutnya, keberanian sejati bukanlah menyakiti orang lain, melainkan mampu memilih jalan yang benar, menjaga diri, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, para pelajar juga didorong untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta berani menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya sekolah yang santun, damai, aman, dan bebas dari segala bentuk kenakalan remaja. Peran keluarga, guru, sekolah, dan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berkualitas.

Usai pelaksanaan upacara, seluruh warga sekolah melaksanakan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, intoleransi, pornografi, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan hukum. Deklarasi tersebut juga menegaskan kesiapan seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah DIY berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mendampingi generasi muda menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan karakter yang kuat, sikap santun, cinta damai, serta semangat untuk terus berprestasi, pelajar DIY diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.


