Dalam rangka mendukung pemberdayaan transportasi tradisional sekaligus memeriahkan agenda budaya “Selasa Wagen”, kegiatan kampanye layanan Becak Gratis tahap kedua dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di kawasan Pos Gumaton dan sekitarnya. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 38 pengemudi becak yang terdiri dari becak kayuh tradisional serta becak kayuh dengan penguat tenaga alternatif berbasis listrik.
Persiapan kegiatan dimulai sejak pukul 13.00 WIB oleh tim pelaksana melalui penataan lokasi, pemasangan perlengkapan pendukung, serta pengaturan area pelayanan di sekitar Pos Gumaton. Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB seluruh pengemudi becak berkumpul untuk mengikuti briefing terkait teknis pelayanan, alur operasional, durasi kegiatan, hingga rute pelayanan becak gratis selama kegiatan berlangsung.

Setelah pengarahan selesai, seluruh pengemudi menempatkan becaknya pada area yang telah ditentukan guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Malioboro. Kampanye layanan becak gratis kemudian resmi dimulai dengan dukungan tim promosi dan pembawa acara (MC) yang aktif mengajak wisatawan maupun masyarakat untuk mencoba layanan becak kayuh dan becak tenaga alternatif secara gratis melalui mekanisme pendaftaran yang telah disediakan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas pelaksana ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Malioboro dan sekitarnya, meliputi Titik Loco Café, Titik Bank BPD DIY, Titik Hotel Inna Garuda, serta Titik Utara Pos Gumaton. Petugas di masing-masing titik bertugas memberikan informasi sekaligus menawarkan layanan becak gratis kepada masyarakat dan wisatawan.

Sementara itu, tim yang berada di Pos Gumaton bertanggung jawab dalam membantu proses registrasi pemesanan layanan, mengatur distribusi layanan kepada pengemudi becak, serta memastikan kelancaran arus keberangkatan becak menuju kawasan Jalan Malioboro.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB dan mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat maupun wisatawan. Berdasarkan hasil rekapitulasi pelayanan, sebanyak 38 unit becak terlibat dalam kegiatan ini dengan total 80 transaksi layanan becak gratis yang berhasil tercatat selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keberadaan becak sebagai moda transportasi tradisional khas Yogyakarta dapat terus dikenal, dimanfaatkan, serta menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata dan budaya di kawasan Malioboro.