YOGYAKARTA – Transportasi publik yang terintegrasi menjadi salah satu kunci mobilitas perkotaan yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, upaya tersebut diwujudkan melalui Inovasi Sistem Informasi Layanan Angkutan Umum yang dikenal denganNYAWIJI. Program ini tidak hanya menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda.

Salah satu bentuk nyata edukasi tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi yang melibatkan siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan pada Selasa (5/5). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dirancang berbeda dari biasanya. Tidak sekadar penyampaian materi di dalam ruangan, para siswa diajak langsung merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik, mulai dari titik kumpul di TPB Pasar Kalasan hingga melakukan perjalanan menggunakan Trans Jogja menuju Halte Bandara Adisucipto/Stasiun Maguwo.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman langsung tentang bagaimana sistem transportasi terintegrasi bekerja. Mereka tidak hanya mengenal halte bus sebagai titik pemberhentian, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan pesawat. Kunjungan ke Stasiun Maguwo memberikan gambaran nyata mengenai perpindahan antar moda yang efisien dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Angkutan, Wulan Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa NYAWIJI merupakan sistem informasi yang mengintegrasikan berbagai jadwal layanan transportasi dalam satu platform. Siswa pun diajak mempraktikkan penggunaan NYAWIJI melalui PTIS (Public Transportation Information System) untuk mengakses informasi jadwal Trans Jogja, KRL, hingga penerbangan secara terpadu.
"Harapan kami dengan adanya integrasi sistem informasi layanan angkutan umum ini adalah terwujudnya layanan transportasi yang lebih terhubung, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Masyarakat akan memperoleh informasi secara real-time terkait Jadwal keberangkatan dan kedatangan, Rute dan konektivitas antar moda, Tarif dan waktu tempuh" ujar Wulan Sapto Nugroho di sela-sela pendampingan siswa. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik tanpa khawatir tertinggal jadwal antar moda.
Konsep integrasi ini tidak hanya terwujud dalam sistem informasi, tetapi juga dalam infrastruktur fisik. Halte bus, stasiun kereta api, dan bandara saling terhubung sebagai satu kesatuan layanan transportasi. Dengan demikian, perpindahan dari satu moda ke moda lain menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Kegiatan sosialisasi juga memiliki nilai strategis dalam menanamkan kesadaran penggunaan transportasi umum sejak dini. Dengan pengalaman langsung, siswa dapat memahami manfaat transportasi publik, seperti efisiensi waktu, pengurangan kemacetan, serta kontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik.

Disamping itu, meningkatkan literasi transportasi publik sejak dini serta mendorong generasi muda agar lebih terbiasa menggunakan transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar program teknis, NYAWIJI mencerminkan semangat kolaborasi dan pelayanan yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari sistem transportasi yang modern dan terintegrasi.

Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terbiasa menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam beraktivitas. Dengan demikian, dapat mewujudkan visi sistem transportasi yang aman, selamat, tertib, lancar, dan berkelanjutan.***