Accessibility Tools

  • Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan kaget bila Anda ke kawasan Malioboro, Yogyakarta dan tidak melihat wara-wiri kendaraan bermotor. Pemerintah setempat memang tengah menerapkan uji coba bebas kendaraan yang rencananya bakal berlaku permanen.

  • Pemerintah selaku otoritas sektor publik, termasuk salah satunya adalah transportasi, memiliki peran untuk menempatkan profesi awak kendaraan angkutan umum berada pada posisi yang sejajar dan terhormat dengan profesi lainnya.

  • Yogyakarta – Pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026 atau sekitar H-3 Lebaran. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei mobilitas masyarakat serta analisis pola perjalanan pada periode angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

    Secara nasional, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada tahun 2026 mencapai sekitar 143,7 juta orang. Angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang masih sangat tinggi meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sebagai perbandingan, pada periode mudik Lebaran 2025, jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 146 juta orang, namun realisasi pergerakan masyarakat tercatat mencapai sekitar 154 juta orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa mudik sering kali melampaui prediksi awal, sehingga diperlukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kelancaran arus perjalanan.

    Lonjakan pergerakan pemudik tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan di berbagai jalur utama, khususnya pada jaringan tol Trans Jawa serta jalur arteri yang menghubungkan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit pemudik.

    Secara umum, peningkatan volume lalu lintas pada masa puncak arus mudik dapat mencapai 60 hingga 80 persen dibandingkan hari normal, terutama pada jalur utama menuju kota-kota tujuan mudik di Pulau Jawa.

    DIY Menjadi Salah Satu Tujuan Favorit Pemudik

    Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya menjadi salah satu destinasi utama pemudik, baik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran.

    Beberapa pintu masuk utama menuju wilayah DIY yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan antara lain melalui jalur Prambanan – Sleman, jalur Tempel – Sleman, jalur Wates – Kulon Progo, serta jalur Piyungan – Bantul. Selain itu, simpul transportasi seperti Terminal Jombor, Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, serta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga diperkirakan mengalami peningkatan pergerakan penumpang selama periode mudik.

    Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

    Antisipasi dan Pengaturan Lalu Lintas

    Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada periode puncak mudik, berbagai langkah strategis telah disiapkan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait, antara lain melalui pengaturan lalu lintas, peningkatan pengawasan di jalur-jalur utama, serta penyediaan pos pelayanan bagi masyarakat.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan moda transportasi umum guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Di wilayah DIY, layanan transportasi publik seperti Trans Jogja juga menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

    Imbauan bagi Masyarakat

    Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026.

    Pemudik juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Apabila merasa lelah, pengemudi diharapkan beristirahat di tempat yang telah disediakan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

    Melalui berbagai upaya koordinasi dan kesiapan yang dilakukan oleh pemerintah serta dukungan dari masyarakat, diharapkan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi.

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.