Accessibility Tools

  • Yogyakarta — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum di sejumlah terminal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan ramp check tersebut dilaksanakan di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Terminal Dhaksinarga, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa, 3 Maret 2026.

    Ramp check ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Dishub DIY dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026. Mengingat pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, baik yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun yang melintas menuju berbagai daerah tujuan lainnya.

    Melalui kegiatan ini, Dishub DIY berupaya memastikan bahwa kendaraan angkutan umum yang beroperasi berada dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dapat menggunakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tertib.

    Dalam pelaksanaan ramp check tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek kendaraan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi teknis kendaraan. Pemeriksaan administrasi meliputi kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK, kartu uji berkala kendaraan bermotor (KIR), serta dokumen perizinan operasional angkutan.

    Sementara itu, dari sisi teknis kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap beberapa komponen penting yang berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan, antara lain sistem pengereman, lampu utama dan lampu sein, kondisi ban kendaraan, klakson, serta wiper. Selain itu, petugas juga memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan di dalam kendaraan seperti alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca darurat, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

    Selain pemeriksaan kendaraan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan imbauan kepada para pengemudi dan operator angkutan umum agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi serta mematuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

    Pelaksanaan ramp check di Terminal Jombor Sleman dan Terminal Dhaksinarga Gunungkidul ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan armada angkutan umum dalam menghadapi masa angkutan Lebaran. Dengan kendaraan yang dipastikan dalam kondisi laik jalan, risiko terjadinya gangguan perjalanan maupun kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.

    Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Dishub DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi momentum mudik Lebaran yang setiap tahunnya menjadi periode dengan mobilitas perjalanan yang tinggi. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

  • Yogyakarta – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menghadiri kegiatan penerimaan kunjungan Tim Evaluasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Darma Praja Biro Tata Pemerintahan, yang berlokasi di Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan koordinasi program pemerintah daerah, khususnya terkait upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

    Acara diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam mengenai perkembangan program pengendalian inflasi di DIY. Selanjutnya, perwakilan Tim Ditjen Bangda, Ibu Ika, menyampaikan tanggapan serta masukan terhadap program yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah. Pada kesempatan yang sama juga disampaikan laporan dari Badan Intelijen Daerah (Binda) DIY terkait kondisi dan pemantauan yang berkaitan dengan stabilitas distribusi barang di wilayah DIY.

    Memasuki sesi diskusi, Dinas Perhubungan DIY memaparkan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan untuk mendukung pengendalian inflasi melalui kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjelang periode Lebaran 2026.

    Salah satu fokus utama adalah antisipasi tingginya pergerakan masyarakat selama masa mudik. Diperkirakan pergerakan nasional mencapai sekitar 143,91 juta orang atau sekitar 50,1 persen dari total penduduk Indonesia, dengan sekitar 4,9 persen di antaranya menuju wilayah DIY. Pada periode Lebaran tahun sebelumnya tercatat total pergerakan di DIY mencapai sekitar 10,2 juta orang, terdiri dari sekitar 700 ribu kendaraan serta 1,4 juta penumpang.

    Dalam rangka mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas tersebut, Dishub DIY menyiapkan berbagai strategi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) dengan prioritas utama menjaga kelancaran arus kendaraan, termasuk dengan mempertimbangkan keberadaan akses jalan tol yang telah terhubung ke wilayah DIY.

    Selain itu, Dishub DIY juga melakukan pemantauan distribusi barang melalui jembatan timbang. Pemantauan ini dilakukan secara uji petik untuk mengetahui jenis barang yang melintas. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keengganan sebagian kendaraan untuk memasuki jembatan timbang sehingga data yang diperoleh belum maksimal. Di sisi lain, penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga menjadi perhatian, terutama terkait toleransi kelebihan muatan pada angkutan barang pokok yang memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi.

    Pengawasan di lapangan turut diperkuat melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum sesuai kewenangan Dishub DIY, termasuk pemantauan dokumen perjalanan angkutan barang.

    Dari sisi kebijakan transportasi, Dishub DIY juga menyampaikan adanya potensi kebijakan diskon tarif transportasi pada periode Lebaran, seperti diskon tarif tol serta diskon tarif angkutan udara hingga maksimal 30 persen yang bersifat situasional.

    Selain itu, Dishub DIY telah menyiapkan rencana operasi pemantauan dan pengendalian angkutan Lebaran 2026. Prioritas utama dalam rencana tersebut adalah memastikan kelancaran distribusi angkutan barang kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), serta melakukan pemeriksaan kelaikan operasional kendaraan angkutan umum, khususnya angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata.

    Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan kelancaran arus transportasi serta distribusi barang di wilayah DIY dapat terjaga dengan baik sehingga turut mendukung stabilitas harga dan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

  • Yogyakarta – Pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026 atau sekitar H-3 Lebaran. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei mobilitas masyarakat serta analisis pola perjalanan pada periode angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

    Secara nasional, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada tahun 2026 mencapai sekitar 143,7 juta orang. Angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang masih sangat tinggi meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sebagai perbandingan, pada periode mudik Lebaran 2025, jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 146 juta orang, namun realisasi pergerakan masyarakat tercatat mencapai sekitar 154 juta orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa mudik sering kali melampaui prediksi awal, sehingga diperlukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kelancaran arus perjalanan.

    Lonjakan pergerakan pemudik tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan di berbagai jalur utama, khususnya pada jaringan tol Trans Jawa serta jalur arteri yang menghubungkan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit pemudik.

    Secara umum, peningkatan volume lalu lintas pada masa puncak arus mudik dapat mencapai 60 hingga 80 persen dibandingkan hari normal, terutama pada jalur utama menuju kota-kota tujuan mudik di Pulau Jawa.

    DIY Menjadi Salah Satu Tujuan Favorit Pemudik

    Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya menjadi salah satu destinasi utama pemudik, baik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran.

    Beberapa pintu masuk utama menuju wilayah DIY yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan antara lain melalui jalur Prambanan – Sleman, jalur Tempel – Sleman, jalur Wates – Kulon Progo, serta jalur Piyungan – Bantul. Selain itu, simpul transportasi seperti Terminal Jombor, Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, serta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga diperkirakan mengalami peningkatan pergerakan penumpang selama periode mudik.

    Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

    Antisipasi dan Pengaturan Lalu Lintas

    Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada periode puncak mudik, berbagai langkah strategis telah disiapkan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait, antara lain melalui pengaturan lalu lintas, peningkatan pengawasan di jalur-jalur utama, serta penyediaan pos pelayanan bagi masyarakat.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan moda transportasi umum guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Di wilayah DIY, layanan transportasi publik seperti Trans Jogja juga menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

    Imbauan bagi Masyarakat

    Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026.

    Pemudik juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Apabila merasa lelah, pengemudi diharapkan beristirahat di tempat yang telah disediakan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

    Melalui berbagai upaya koordinasi dan kesiapan yang dilakukan oleh pemerintah serta dukungan dari masyarakat, diharapkan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi.

  • Yogyakarta, 12 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapan pelayanan transportasi kepada masyarakat menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Apel Siaga Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 pada Kamis (12/3/2026) di halaman Kantor Dinas Perhubungan DIY.

    Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si, serta diikuti oleh para pejabat eselon III dan eselon IV beserta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

    Dalam amanatnya, Kepala Dinas menyampaikan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat, baik untuk keperluan mudik ke kampung halaman maupun kegiatan wisata bersama keluarga. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.

    Pemerintah Daerah DIY bersama berbagai stakeholder terkait telah melakukan koordinasi untuk menyiapkan strategi pemantauan dan pengendalian lalu lintas, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi beserta fasilitas pendukung lainnya guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

    Dalam pelaksanaan operasi pemantauan dan pengendalian Angkutan Lebaran Tahun 2026, Dinas Perhubungan DIY melibatkan 120 personel, yang terdiri dari 100 personel organik ASN dan PPPK serta 20 personel non-organik. Personel organik bertugas dalam kegiatan pendataan, pelaporan, publikasi, pemantauan lalu lintas secara mobile, serta pelayanan pada posko statis. Sementara itu, personel non-organik bertugas sebagai teknisi APILL, pengolah data, pengawas terminal, pengawas tempat khusus parkir, serta petugas Jogo Margo.

    Selain dukungan sumber daya manusia, sejumlah sarana operasional juga disiapkan untuk menunjang kegiatan pengawasan selama masa Angkutan Lebaran. Di antaranya 7 unit kendaraan operasional patroli untuk teknisi APILL dan pemantauan jalur lalu lintas, 2 unit tenda posko, 8 unit alat komunikasi mobile (HT) yang didukung dengan repeater ATCS, serta 3 unit rambu portable dan banner imbauan.

    Pemantauan kondisi lalu lintas juga didukung oleh teknologi melalui 65 titik Area Traffic Control System (ATCS) yang dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Selain itu, 3 titik Variable Message Sign (VMS) dioperasionalkan untuk menyampaikan informasi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung.

    Dalam arahannya, Kepala Dinas juga menekankan beberapa hal penting kepada seluruh petugas yang terlibat dalam operasi Angkutan Lebaran 2026. Di antaranya agar seluruh petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mengedepankan sikap humanis, lugas, dan berwibawa dalam memberikan pelayanan, memperkuat sinergi dan solidaritas antarpetugas maupun stakeholder terkait, serta menjaga kesiapan fisik dan koordinasi yang baik selama pelaksanaan tugas di lapangan.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DIY secara resmi menyatakan dimulainya Operasi Pemantauan dan Pengendalian Angkutan Lebaran 1447 H Tahun 2026 yang akan berlangsung selama 16 hari.

    Usai pelaksanaan apel siaga, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kendalisodo. Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta perwakilan dari masing-masing bidang di lingkungan Dinas Perhubungan DIY.

    Dalam rapat tersebut dilaksanakan koordinasi internal antarbidang guna memastikan kesiapan pelaksanaan tugas selama masa Angkutan Lebaran. Masing-masing bidang memaparkan berbagai langkah persiapan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsinya, mulai dari kesiapan operasional pemantauan lalu lintas, pengelolaan terminal, pengawasan angkutan, pengendalian parkir, hingga dukungan sistem teknologi transportasi.

    Melalui kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan seluruh unsur di lingkungan Dinas Perhubungan DIY dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh rencana kerja berjalan secara optimal dalam rangka memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran Tahun 2026.

    Semangat pelayanan tersebut sejalan dengan motto “Dishub DIY: Tangguh, Melayani, Beriman”, sebagai wujud komitmen Dinas Perhubungan DIY dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.