Penjurian Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ DIY 2026 Resmi Tetapkan Tiga Pemenang, Juara 1 dari Kulon Progo

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sleman – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengumumkan para pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat Tahun 2026 setelah melalui proses penjurian yang diselenggarakan di Kantor Dinas Perhubungan DIY, pada Rabu (5/8/2026). Muhammad Farrel Akbar dari SMA Negeri 1 Wates berhasil meraih Juara I melalui inovasi GERCEP (Gerak Cepat Emergency Protection), disusul Kelana Langit Senja dari SMA UII Yogyakarta sebagai Juara II dan Najiha Azzahra dari SMA Negeri 3 Bantul sebagai Juara III.

Muhammad Farrel Akbar meraih Juara I berkat inovasi GERCEP, sebuah sistem helm pintar yang mampu mendeteksi kecelakaan serta mengirimkan pesan darurat beserta lokasi kejadian secara real-time. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi mendukung percepatan penanganan korban kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Juara II diraih Kelana Langit Senja melalui karya Jogja Smart Pilot, aplikasi kampanye keselamatan berlalu lintas berbasis gamifikasi dan geofencing yang dirancang untuk membangun etika berlalu lintas di kalangan remaja. Adapun Juara III diraih Najiha Azzahra melalui inovasi VigiRide FatigueNet, sistem deteksi kelelahan pengendara sepeda motor berbasis jaket pintar dan smartband Internet of Things (IoT) dengan threshold adaptif secara real-time.

Berikut 3 terbaik yang terpilih:

🥇 Juara 1: Muhammad Farrel Akbar – SMA Negeri 1 Wates

(GERCEP (Gerak Cepat Emergency Protection), yaitu sistem helm pintar yang mampu mendeteksi kecelakaan serta mengirimkan pesan darurat dan lokasi secara real-time)

🥈 Juara 2: Kelana Langit Senja – SMA UII Yogyakarta (Jogja Smart Pilot, aplikasi kampanye berbasis gamifikasi dan geofencing untuk membentuk etika berlalu lintas bagi remaja di DIY)

🥉 Juara 3: Najiha Azzahra – SMA Negeri 3 Bantul (VigiRide FatigueNet, sistem deteksi kelelahan pengendara sepeda motor berbasis jaket pintar dan smartband Internet of Things (IoT) dengan threshold adaptif secara real-time)

Kegiatan penjurian sebelumnya secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil masuk dalam 10 besar. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelajar DIY memiliki kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.

"Keberhasilan adik-adik berada pada tahap 10 besar merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Namun yang lebih penting bukan sekadar menjadi juara, melainkan bagaimana inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas," ujarnya.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap keselamatan transportasi dan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.

Tahun ini, kompetisi mengangkat tema "Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital." Melalui tema tersebut, peserta didorong menghadirkan inovasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat etika, disiplin, dan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Penjurian diikuti oleh 10 pelajar terbaik hasil seleksi sebelumnya yang mempresentasikan karya tulis ilmiah dan inovasinya di hadapan tim dewan juri. Dewan juri terdiri Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I.Yogyakarta Ir. Marvien Dwi Surya Putra, S.SiT., M.M., akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr. Ir. Noor Mahmudah, S.T., M.Eng., IPM., serta Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo, S.T., M.T.. Penilaian dilakukan terhadap kualitas gagasan, tingkat inovasi, manfaat, serta kemampuan peserta dalam mempresentasikan dan mempertahankan ide yang diusulkan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perhubungan DIY berharap inovasi yang dihasilkan para pelajar tidak berhenti pada ajang kompetisi semata, tetapi dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Juara 1 dan 2 Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ DIY Tahun 2026 selanjutnya akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional, sekaligus membawa semangat inovasi dan budaya keselamatan berlalu lintas dari DIY.

Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ merupakan agenda tahunan Kementerian Perhubungan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.