Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar kegiatan NGOPI #2 (Ngobrol Permasalahan Transportasi) pada Kamis, 23 April 2026. Mengusung tema “Sampai Tujuan... atau Jadi Kenangan? Keselamatan Transportasi: Dari Patuh Menuju Sadar”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Dishub DIY mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan NGOPI #2 ini menjadi ruang diskusi terbuka yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Lilik Syaiful Ahmad dan M. Rizka Fahmi Amrozi. Diskusi dipandu oleh Rizki Budi Utomo sebagai moderator.
Menggeser Paradigma: Dari Patuh ke Sadar
Dalam diskusi, salah satu poin utama yang diangkat adalah pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam berlalu lintas. Selama ini, kepatuhan terhadap aturan seringkali didorong oleh faktor eksternal seperti takut ditilang atau adanya petugas. Namun, para narasumber menekankan bahwa keselamatan transportasi akan lebih efektif jika berangkat dari kesadaran internal.

Lilik Syaiful Ahmad menyoroti bahwa regulasi dan kebijakan yang telah dibuat pemerintah sebenarnya sudah cukup memadai. Tantangan terbesarnya justru terletak pada implementasi di lapangan, terutama terkait perilaku pengguna jalan. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas.
Sementara itu, M. Rizka Fahmi Amrozi menjelaskan bahwa keselamatan transportasi tidak hanya berbicara soal infrastruktur atau kendaraan, tetapi juga mencakup aspek human behavior. Ia menggarisbawahi fenomena seperti microsleep, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga kurangnya empati antar pengguna jalan sebagai faktor risiko kecelakaan yang sering diabaikan.
Isu yang Dibahas: Dari Data Kecelakaan hingga Edukasi Publik
Beberapa isu penting yang menjadi fokus pembahasan dalam NGOPI #2 antara lain:
- Tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia produktif
- Kurangnya kesadaran keselamatan, seperti tidak menggunakan helm standar atau sabuk pengaman
- Perilaku berkendara berisiko, termasuk melanggar rambu, berkendara dalam kondisi lelah, hingga penggunaan gadget saat berkendara
- Pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama melalui media sosial dan kampanye publik yang lebih kreatif
- Peran transportasi umum sebagai alternatif yang lebih aman dan efisien
Diskusi juga menyinggung pentingnya pendekatan komunikasi yang lebih humanis dan relevan dengan generasi muda. Kampanye keselamatan tidak cukup hanya berupa himbauan formal, tetapi perlu dikemas secara menarik agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Transportasi Aman Adalah Tanggung Jawab Bersama
Sebagai moderator, Rizki Budi Utomo menegaskan bahwa keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Ia juga menyampaikan bahwa Dishub DIY terus berupaya menghadirkan forum diskusi seperti NGOPI sebagai sarana edukasi dan pertukaran gagasan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya patuh karena aturan, tetapi benar-benar sadar bahwa keselamatan itu kebutuhan. Karena tujuan kita bukan sekadar sampai, tapi sampai dengan selamat,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan Dishub DIY
Melalui NGOPI #2 ini, Dishub DIY menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keselamatan transportasi di wilayah DIY. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan beretika.
Dengan pendekatan diskusi yang santai namun berbobot, NGOPI menjadi wadah yang efektif untuk menjembatani isu-isu transportasi dengan masyarakat luas. Ke depan, Dishub DIY berencana untuk terus menghadirkan tema-tema актуal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karena pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita: sampai tujuan dengan selamat, atau justru menjadi kenangan.


