Dishub DIY Dukung Peluncuran Bekalista, Perkuat Transportasi Ramah Lingkungan di Kawasan Malioboro

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Yogyakarta – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) mendukung peluncuran ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) yang diresmikan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Sasana Hinggil, Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Kamis (16/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi transportasi wisata yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak di kawasan Malioboro.

Peluncuran Bekalista merupakan bagian dari upaya mendukung penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, khususnya Malioboro sebagai kawasan Low Emission Zone (LEZ). Pada tahap awal, sebanyak 15 unit Bekalista diserahkan kepada pengemudi becak yang tergabung dalam koperasi dan aktif beroperasi di kawasan Malioboro.

Sebelum penyaluran bantuan dilaksanakan, Dishub DIY bersama Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan verifikasi terhadap calon penerima hibah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Verifikasi dilakukan kepada pengemudi becak yang masih aktif beroperasi di kawasan Malioboro.

Selain itu, Dishub DIY dan Dishub Kota Yogyakarta juga melaksanakan pemeriksaan teknis terhadap seluruh unit Bekalista. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kendaraan telah memenuhi Keputusan Gubernur DIY Nomor 234 Tahun 2026 tentang Persyaratan Teknis Becak Kayuh dengan Penguat Tenaga Listrik, sehingga kendaraan yang dioperasikan dalam kondisi aman, laik jalan, dan siap memberikan layanan terbaik bagi wisatawan.

Melalui pengujian tersebut, Dishub DIY memastikan seluruh komponen—mulai dari sistem pengereman, kelistrikan, hingga konstruksi kendaraan—berada dalam kondisi aman dan laik jalan.

Pengembangan Bekalista tidak hanya menghadirkan kendaraan baru, tetapi juga membangun ekosistem transportasi wisata yang berkelanjutan. Program ini didukung oleh pembangunan 12 stasiun pengisian daya, bengkel induk, bengkel bergerak, serta baterai cadangan untuk memastikan operasional kendaraan tetap optimal. Selain itu, ekosistem Bekalista juga didukung tata kelola berbasis koperasi, penguatan kapasitas mekanik lokal, serta pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan wisatawan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Bekalista bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menjadi wujud pelestarian budaya yang didukung teknologi. Menurutnya, becak merupakan bagian dari identitas Yogyakarta yang perlu dipertahankan tanpa mengabaikan kesejahteraan para pengemudinya.

"Melestarikan becak tidak berarti melestarikan kelelahan para pengemudinya. Tradisi harus memperoleh dukungan teknologi agar tetap hidup, berdaya guna, dan memberi kehidupan yang lebih layak bagi manusia yang menjaganya," ujar Sri Sultan.

Sri Sultan juga berharap Bekalista dapat menjadi bagian dari sistem mobilitas kawasan pusaka yang tertib, bersih, manusiawi, dan ramah lingkungan, sekaligus menghubungkan kawasan wisata, pasar rakyat, sentra kerajinan, pusat kuliner, hingga kampung budaya sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Program Bekalista yang dikembangkan Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencakup hibah 80 unit becak kayuh listrik, pembangunan 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Seluruh pengembangannya melibatkan tenaga kerja lokal dan menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi di DIY.

Sementara itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Bekalista merupakan wujud kolaborasi pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat melalui transportasi yang berkelanjutan. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Hari ini yang kita elektrifikasi bukan sekadar becak, yang kita nyalakan adalah peluang, harapan, dan masa depan keluarga," kata Purbaya.

Usai peluncuran, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti turut menjajal langsung Bekalista dengan berkeliling kawasan Alun-Alun Kidul. Uji coba tersebut menjadi simbol dimulainya operasional Bekalista sebagai moda transportasi wisata ramah lingkungan yang siap mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di Yogyakarta, sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Daerah DIY, dan Dishub DIY dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan juga membuka Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2026 yang menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM binaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi produk unggulan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha ultra mikro melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui dukungan terhadap program Bekalista, Dishub DIY terus berkomitmen menghadirkan sistem transportasi yang aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, sekaligus menjaga eksistensi becak sebagai ikon transportasi dan pariwisata Yogyakarta. Hadirnya Bekalista diharapkan semakin memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang mengedepankan mobilitas rendah emisi, pelestarian warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.***


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.