Accessibility Tools

Makin Istimewa, Dishub DIY Jajaki Peluang Elektrifikasi Jalur Kereta Kutoarjo-Yogyakarta

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Yogyakarta — Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menerima audiensi dan diskusi bersama Kynergy Consulting beserta mitra konsorsium terkait Program UK PACT fase kedua (2025–2026) pada Rabu (20/5/2026) di Ruang Kendalisodo, Kantor Dishub DIY. Kegiatan ini membahas pengembangan transportasi rendah karbon melalui penguatan sistem perkeretaapian dan integrasi antarmoda di wilayah DIY.

Audiensi mengangkat proyek “Menuju Masa Depan Kereta Api yang Ramah Lingkungan – Mengintegrasikan Dekarbonisasi ke dalam Strategi Perkeretaapian Indonesia” sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan transportasi publik yang efisien, berkelanjutan, dan rendah emisi. Program UK PACT sendiri merupakan kerja sama Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia dalam mendukung percepatan aksi iklim melalui pengembangan sektor transportasi rendah karbon.

Dalam pembahasan, koridor Kutoarjo–Yogyakarta dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari konektivitas menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), melayani mobilitas komuter yang tinggi, serta berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon melalui elektrifikasi jalur kereta api. Elektrifikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat waktu tempuh, dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum berbasis rel.

Keberhasilan operasional KRL Yogyakarta–Solo yang mampu meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan menjadi salah satu contoh pengembangan transportasi rendah emisi berbasis rel di kawasan aglomerasi Yogyakarta.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sejumlah alternatif proyek, elektrifikasi lintas Kutoarjo–Yogyakarta direkomendasikan sebagai proyek percontohan utama dalam Program UK PACT. Selain mendukung pengurangan emisi karbon, proyek tersebut dinilai memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi dalam memperkuat konektivitas transportasi publik regional.

Dalam diskusi juga dibahas peluang dukungan pembiayaan pembangunan melalui skema green financing, green sukuk, dan blended financing guna mendukung pembangunan transportasi berkelanjutan di sektor perkeretaapian.

Melalui audiensi ini, Dishub DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan sistem transportasi terintegrasi yang efisien, inklusif, dan rendah emisi. Pengembangan transportasi berbasis rel diharapkan dapat menjadi fondasi mobilitas perkotaan berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta.***


© 2026 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.