Bantul Jadi Daerah Paling Rawan Kecelakaan di Ruas Jalan Provinsi DIY

Sebagai wilayah simpul jaringan transportasi yang menghubungkan kota di lintas selatan Pulau Jawa. Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai mobilitas yang tinggi.

Tingkat kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Provinsi DIY dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktor kondisi lingkungan fisik. Dimana jumlah kecelakaan terbanyak terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah 5.944 kasus.

Menghimpun Laporan Akhir Studi Daerah  ruas jalan di Yogyakarta yang rawan kecelakaan pada, berikut jalurnya.

1. Yogyakarta - Barongan (Utara RS Nur Hidayah, depan SDN Blawong, selatan MAN 1 Pleret)

Jalan Yogyakarta - Barongan tepatnya di Utara RS Nur Hidayah, depan SDN Blawong, selatan MAN 1 Pleret menjadi daerah sebagai daerah rawan kecelakaan nomor 1 dengan kasus terbanyak 64 kasus sepanjang 2018 - 2021.

Faktor manusia menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di lokasi ini. Banyak pengemudi salah perhitungan ketika menyalip atau dalam berkendara terlalu melebar melewati batas tengah ruas jalan. Sehingga, pengemudi harus fokus di lokasi tersebut.

2. Bantul - Srandakan (Terminal Bus Srandakan, depan Pasar Mangiran, depan PKU Muhammadiyah Srandakan)

Jalur selanjutnya berada di Bantul yaitu Jalan Bantul - Srandakan di Terminal Bus Srandakan, depan Pasar Mangiran, dan depan PKU Muhammadiyah Srandakan. Jalur tersebut menghubungkan Galur Kulonprogo dan Srandakan merupakan Jalur Lintas Selatan. 

Simpang antara Jalan Srandakan dan Kampung Nendo cukup berbahaya karena kurangnya rambu dan penerangan jalan serta banyaknya simpang dan tikungan yang mengakibatkan kecelakaan.

3. Bantul - Srandakan (Polsek Pandak, Kantor Camat Pandak, Simpang Tiga Bangjo Pandak)

Salah satu jalur berbahaya lainnya di Bantul dengan lokasi Polsek Pandak, Kantor Camat Pandak, Simpang Tiga Bangjo Pandak. Paling banyak diakibatkan jenis kecelakaan tabrakan depan belakang serta tidak adanya rambu yang memadai untuk overtaking mengakibatkan banyak kejadian kecelakaan.

4. Bantul - Srandakan (Kantor Desa Triharjo, Puskesmas Pandak, SPBU Triharjo)

Jalur Bantul - Srandakan memang menjadi kawasan yang butuh kehati-hatian tinggi. Di daerah Kantor Desa Triharjo, Puskesmas Pandak, dan SPBU Triharjo tercatat 47 kasus dengan rincian 5 orang meninggal dunia dan 53 orang menderita luka ringan. Kurangnya perhatian terhadap rambu-rambu lalu lintas menjadi penyebab paling umum.

5. Yogyakarta - Bakulan (Parangtritis) (Simpang 3 Bangjo SDN 2 Timbulharjo)

Yogyakarta - Bakulan yang terletak di Parangtritis, Simpang Tiga Bangjo SDN 2 Timbulharjo cukup banyak menyebabkan kasus kecelakaan.

Pada dasarnya jalan mulai rusak dan pada di sore dan pagi hari. Sehingga, pengemudi sebaiknya tidak saling menyalip tanpa perhitungan yang matang. 

Berdasarkan 5 daftar teratas daerah paling rawan kecelakaan. Bantul menjadi kabupaten paling banyak terjadi kasus kecelakaan. Tidak hanya pengendara kendaraan bermotor, namun juga pejalan kaki harus. Disini, pihak Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta juga ikut andil berperan untuk mengurangi angka kecelakaan dengan memberikan rambu-rambu lalu lintas dan alat penerangan jalan. 

Tetap aman dan nyaman. Budayakan tertib berlalu lintas.


© 2022 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.