Seluruh Armada Trans Jogja Kini Dilengkapi CCTV

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY terus berupaya melakukan perbaikan operasional Trans Jogja, demi menunjang kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Terbaru, Closed Circuit Television (CCTV) telah dipasang di seluruh armda.

Kasi Sarana dan Prasarana UPT Trans Jogja Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, mengatakan bahwa pemasangan CCTV tersebut, dilatarbelakangi oleh keluhan dan aduan masyarakat, mengenai driving behavior, atau perilaku mengemudi para sopir Trans Jogja di lapangan.

"Sebelum pemasangan CCTV, pengawasan itu dilakukan oleh bidang SDM, dari satu titik, ke titik yang lain. Jadi, ada tim yang terjun langsung ke lapangan," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (3/8/2018).

Akan tetapi, model pengawasan seperti itu tidak bisa mencakup jam operasional secara keseluruhan, yakni antara pukul 06.00-22.00.

Karena itu, pihaknya kemudian memutuskan memasang alat yang bisa merekam pergerakan penumpang dan pengemudi bus.

"Untuk proses lelangnya sudah di awal tahun dan selesai di minggu ke empat bulan Juli. Kemudian, per akhir Juli lalu, mulai dioperasikan di 128 armada Trans Jogja," terangnya.

Dengan keberadaan CCTV tersebut, ia menuturkan, kenyamanan dan keamanan penumpang akan terpantau penuh.

Dalam artian, bisa melakukan pengawasan terhadap penumpang dari segala tindak kejahatan di dalam bus, seperti copet dan sebagainya.

"Kalau kita lihat variabel penumpang itu, ada safety, security dan punctuality. Keamanan itu berhubungan dengan masalah kejahatan. Lalu, keselamatan, ya berhubungan dengan driving behavior itu," tuturnya.

"Kemudian, punctuality itu soal ketepatan waktu. Atau, mungkin malah terlalu cepat. Nah, itu yang kami rekam dengan CCTV," tambah Rizki.

Ia pun menjelaskan, objek-objek yang terekam dalam CCTV meliputi sopir, kondektur dan penumpang.

Lanjutnya, CCTV sendiri ditempatkan di sudut kiri atas bagian depan armada Trans Jogja.

Sehingga, kegiatan di dalam bus hampir semuanya bisa terekam.

Alhasil, seluruh objek tersebut, dapat dipantau secara langsung, melalui control room, yang berlokasi di kantor Dishub DIY.

Namun, ia tidak memungkiri, sejauh ini, karena faktor keterbatasan kelistrikan, dalam setiap armada, baru terdapat satu kamera.

"Semakin banyak CCTV, semakin banyak pula daya listrik yang dibutuhkan. Mungkin, bus dengan kelistrikan yang lebih besar bisa. Tapi, untuk sementara, kita pasang satu dulu," jelasnya.

Akan tetapi, di tengah keterbatasan, keberadaan CCTV yang telah terpasang, sedikit banyak mampu memberikan dampak yang cukup positif.

Ia manyatakan, sejak terobosan itu diterapkan, aspek kedisiplinan pengemudi mengalami peningkatan.

"Dilihat dari evaluasi Juli kemarin, ada aspek dari pengemudi yang mengalami perbaikan. Kalau kita lihat, driving behavior pengemudi meningkat, karena mereka merasa diawasi," pungkasnya. (*)


© 2018 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.