Selasa Besok, Becak Listrik Akan Dijajal Gantikan Betor

Harianjogja.com, JOGJA—Becak listrik yang akan menggantikan becak motor (betor) akan diuji coba di kawasan semi pedestrian di Malioboro pada Selasa Wage (27/8/2019).

“Kami akan uji coba becak listrik. Becak bertenaga khusus ini merupakan pengembangan kendaraan tradisional becak kayuh yang diharapkan dapat menggantikan becak motor [betor] di kawasan Malioboro,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo, Minggu (25/8/2019).

Ada empat becak listrik yang akan dikenalkan dari delapan unit yang disiapkan. Becak tersebut berasal dari Dishub DIY, BPD DIY dan Grab. Penggunaan becak listrik ini nantinya diharapkan dapat dipesan secara online. “Yang dikenalkan empat unit dulu. Gubernur sudah mengirim surat terkait dengan izin becak listrik ke Kementerian Perhubungan. Becak listrik ini menjadi langkah awal upaya kami untuk mengganti becak motor [bentor],” katanya.

Sementara, konsep Selasa Wage akan dibuat berbeda dengan sebelumnya. Selain penerapannya dimulai sekitar pukul 09-00 WIB, pemerintah akan mengoptimalkan kendaraan nonbermotor dalam kegiatan ini.

Sigit Sapto Raharjo mengatakan jika sebelumnya pelaksanaan uji coba dilakukan mulai pukul 06.00 WIB, pada Selasa besok pelaksananya dimulai pukul 09.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha di Malioboro melakukan droping/loading stock. "Ini untuk mengakomodasi usulan yang masuk," katanya.

Dia berharap setiap kali akan ada uji coba harus ada evaluasi dan perbaikan. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah rencana tidak ada lagi perlintasan kendaraan bermotor dari Jalan Sosrowijayan sampai simpang Dagen ke Jalan Malioboro. Konsep kali ini diharapkan panggung pertunjukan yang ditampilkan di sepanjang Malioboro bisa lebih maksimal. "Tapi pertunjukannya tidak usah pakai panggung karena bisa menutup trotoar. Kalau trotoar ditutup [oleh panggung] bisa mengganggu pengguna jalan," katanya.

Oleh karenanya, Sigit berharap tidak ada panggung yang didirikan selama masa uji coba dilakukan. Atraksi kesenian dan kebudayaan bisa dilakukan di trotoar agar pengunjung tidak memadati jalan utama Malioboro. Jalan utama tetap digunakan untuk bus Trans Jogja, dan kendaraan nonbermotor lainnya. Apalagi pada Selasa Wage besok, pihaknya juga akan mengenalkan becak listrik sebagai transportasi alternatif di kawasan Malioboro.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan jawatannya terus memperbaiki manajemen lalu lintas selama uji coba Malioboro sebagai kawasan pedestarian pada Selasa Wage. Perbedaan pelaksanaan uji coba yang ketiga kalinya pada pekan ini, tidak ada lagi perlintasan kendaraan bermotor dari Sosrowijayan sampai simpang Dagen ke Jalan Malioboro.

"Kami masih membuka akses untuk simpang Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan. Untuk Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen sementara ditutup," katanya.

Diakuinya, pelaksanaan uji coba tersebut akan dilakukan setelah program reresik yang dilakukan para PKL di Malioboro. Setelah kegiatan Reresik Malioboro dilakukan, tim gabungan yang bertugas dalam manajemen lalu lintas akan menutup Jalan Malioboro. "Penutupan jalan dimulai pukul 09.00 WIB, pelaksana uji coba akan berakhir hingga pukul 21.00 WIB," jelasnya.

Dalam konteks ini, Dishub Kota Jogja sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, Dishub DIY, dan empat kecamatan penyangga Malioboro. Mulai Gondomanan, Danurejan, Gedongtengen, dan Ngampilan. Termasuk UPT Malioboro. "Hasil rakor diputuskan agar pelaksanaan uji coba dimulai setelah kegiatan Reresik Malioboro yang dilaksanakan setiap Selasa Wage oleh para PKL," katanya.

Sebelumnya, Sekda DIY Gatot Saptadi berharap agar setiap kali uji coba dilakukan harus ada perkembangan (progres) yang diperoleh. Pada tahap ketiga ini, katanya, Pemda DIY akan mengoptimalkan kendaraan tidak bermotor. Pemda DIY juga akan mengamati masalah ketersediaan kantong parkir.

"Kawasan Malioboro yang merupakan bagian dari sumbu filosofi terus ditata mulai dari fisik hingga kini uji coba kawasan semi pedestriannya harus diwujudkan," katanya.

Dia belum dapat memastikan kapan uji coba selesai. Menurutnya, pada saatnya nanti Malioboro menjadi kawasan yang tidak dilalui oleh kendaraan bermotor. "Makanya, kami berharap setiap uji coba dilakukan harus ada target-target capaian yang harus dilewati. Tidak hanya Malioboro, tetapi kawasan lainnya yang terdampak penutupan akses ke Malioboro Kami berharap dan punya target sampai akhir tahun ini," katanya.

Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com


© 2019 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.