Disiplinkan Masyarakat, Petugas di Tempat Keramiaan Ditambah

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 75 personel akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan mendisiplinkan masyarakat di area keramaian wilayah DIY. Puluhan personel tersebut akan bertugas setiap Jumat, Sabtu dan Minggu atau selama akhir pekan. Pengawasan dan pendisiplinan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan ini dilakukan mengingat terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di DIY yang berasal dari transmisi lokal dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Kami sudah tidak melakukan pengawasan pendatang di perbatasan maupun pintu-pintu masuk ke DIY lagi. Kami alihkan pengawasan di beberapa destinasi wisata yang dikemas dalam klaster di DIY yang dilakukan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, sementara di terminal, stasiun dan bandara setiap hari,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto.

Tavip mengatakan pihaknya berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dishub kabupaten/kota se-DIY hanya tidak melibatkan aparat kepolisian karena pengawasan dilakukan tidak di jalan raya. Pengawasan ini lebih ditekankan apabila ada yang tidak memenuhi protokol kesehatan maka tidak diperkenankan memasuki destinasi wisata, terminal, stasiun dan bandara.

“Kami lebih membantu dalam pengawasan dan pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan terutama di tempat-tempat publik maupun destinasi wisata,” tandasnya.

Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Noviar Rahmad menyatakan, pengawasan dan pendisiplinan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan terus dilakukan. Terlebih dalam beberapa hari terakhir terjadi penambahan kasus positif di DIY yang berasal dari transmisi lokal.

Adanya fenomena tersebut menjadi fokus perhatian dari tim gugus Covid. Adapun bentuknya dengan mengintensifkan pengawasan di sejumlah fasilitas publik maupun objek wisata. Semua itu dilakukan untuk meminimalisir adanya penularan Covid-19.

“Saat ini hampir semua aktivitas sudah dibuka mulai dari objek wisata, hotel, restoran dan pusatpusat perbelanjaan sampai tempat usaha. Kondisi tersebut menjadikan kemungkinan kontak fisik tidak bisa dihindari, sehingga kemungkinan terjadinya penularan menjadi semakin besar. Salah satu cara untuk mengatasi hal itu, penegakan protokol kesehatan harus dilakukan setiap aktivitas yang dilakukan,” papar Noviar. (Ira/Ria)

Sumber : krjogja.com


© 2020 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.