Bakal Ada Rekayasa Lalin Malioboro, Dishub akan Lakukan Survei

Yogyakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY merencanakan pengaturan arah lalu lintas di kawasan Malioboro. Salah satu upayanya adalah Malioboro hanya boleh dilewati angkutan umum dan tradisional seperti, sepeda, andong dan becak.

Untuk itu, Dishub DIY segera melalukan survei di beberapa jalur jalan yang terkena rekayasa lalin.

"Tahapan rekayasa lalin (Malioboro) itu akan diawali survei lapangan besok hari Kamis (8/11/2018). Jadi kita lihat nanti apakah sudah pas dengan rencana pengaturan arah lalin atau belum," kata Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo saat ditemui usai rapat koordinasi terkait pengaturan arah lalu lintas Malioboro di Kantornya, Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Senin (5/11/2018).

"Seperti yang biasanya dari PKU (Muhammadiyah) ke utara arahnya nanti mau dikemanakan (jalur alternatifnya)," imbuhnya.

Disinggung mengenai kebenaran ujicoba rekayasa jalur tersebut dilaksanakan pada pekan ketiga bulan November 2018, pihaknya belum bisa memastikannya.

"Rencana awal begitu (pekan ketiga bulan November), tapi lihat hasil survei nanti perkembangannya gimana. Seperti sarana prasarananya dan pemasangan rambu sudah siap belum," katanya.

Menurutnya hal itu karena untuk sampai ke tahap ujicoba tidak hanya melalui tahapan survei. Usai melakukan survei nantinya akan dilakukan penertiban di beberapa ruas jalan khususnya mengenai masalah parkir. Mengingat untuk menuju tahapan ujicoba semua hal harus dipersiapkan secara matang.

"Setelah itu baru menyiapkan rambu-rambu (lalin penunjuk arah) untuk dipasang, kalau sudah dipasang (Rambu lalin) dilanjutkan penertiban. Karena banyak tempat parkir seperti di Jalan Bhayangkara dan Jalan Mataram, dan itu tidak boleh untuk parkir biar Jalannya terasa lebih lebar saat dilintasi," ucapnya.

"Ya dalam bulan-bulan ini akan ditertibkan (tempat parkir di pinggir Jalan Mataram dan Jalan Bhayangkara). Nah, kalau itu sudah dilakukan dan berjalan lancar baru dilakukan ujicoba, tapi bisa mundur juga karena penertiban kan memakan waktu," lanjutnya.

Sigit menambahkan usai pengaturan lalin dengan rute melingkar berjalan lancar, nantinya baru dilakukan pemberlakukan dua arah di sirip-sirip kawasan Malioboro seperti di Sosrowijayan, Dagen, Gandekan, Suryatmajan, Perwakilan, Reksobayan, Ketandan dan Beskalan.

"Pokoknya pertama itu (pengaturan arah) lalin dulu, terus membuat sirip-sirip Malioboro jadi dua arah. Jadi kalau Malioboro ditutup, nanti di kiri kanan dibuat dua arah dan juga untuk parkir (motor dan mobil) seperti di Beskalan," ujarnya.
(bgs/bgs)

sumber : news.detik.com


© 2018 Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.