UPT Trans Jogja Kaji Kebutuhan Bus Line

Oleh Dishubdiy

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama ini, jalur untuk bus Trans Jogja dinilai belum ideal, lantaran masih tumpang tindih dengan kendaraan pribadi lainnya.

Karena itu, UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY mewacanakan bus line sebagai upaya perbaikan.

Kepala UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY, Sumariyoto, mengatakan, menyatunya jalur bus dengan kendaraan umum, terkadang menjadi kendala.

Misal, jika jalanan macet, angkutan umum yang dikelola pemerintah daerah itu, turut terkena imbasnya.

Ia pun membandingkan jalur bus di Yogyakarta dengan beberapa negara maju di Asia, seperti China, atau Korea Selatan.

Di negara-negara tersebut, lanjutnya, angkutan umum lebih diprioritaskan, sehingga jalanan tidak menjadi dominasi kendaraan pribadi.

"Mereka mengorbankan jalan untuk kendaraan pribadi dan memprioritaskan angkutan umum," cetusnya.

Sumariyoto juga mengeluhkan betapa susahnya akses Trans Jogja yang baru saja berhenti menaikkan, atau menurunkan penumpang di halte, untuk maju menuju jalur cepat.

Hal tersebut, lantaran bus seringkali tertutup kendaraan lain yang enggan mengalah.

"Kalau bisa, dari halte, menuju ke jalur cepat itu, Trans Jogja mendapat prioritas, itu bagaimana nanti caranya. Di sini (Yogyakarta) itu susah, karena tertutup kendaraan pribadi," keluhnya.

Oleh sebab itu, Sumariyoto menuturkan, saat ini, pihaknya tengah membuat kajian, guna mencari langkah yang tepat, supaya angkutan umum di Yogyakarta, khususnya Trans Jogja, bisa lebih di prioritaskan.

Paling tidak, tambahnya, disediakan semacam bus line.

"Melalui bus line paling tidak, karena kalau jalur khusus seperti Trans Jakarta kan tidak mungkin. Kalau bus line, harapan kami bisa memberi previlege untuk Trans Jogja, meski tidak mutlak," tuturnya. (*)

 

Sumber : jogja.tribunnews.com