Jalan Suroto Dibuat Tiga Jalur Pedestrian

Oleh Dishubdiy

JOGJA – Selain Malioboro, wajah Kotabaru juga akan berubah tahun ini. Hal itu seiring dimulainya proses penataan kawasan cagar budaya lainnya di Kota Jogja. Di Kotabaru nantinya akan ada tiga jalur pedestrian yang bisa digunakan.

Penataan kawasan Kotabaru dimulai dari Jalan Suroto terlebih dahulu. Salah satunya dengan membongkar taman yang ada di tengah jalan. Tapi pohon yang ada di sana tetap dipertahankan seperti saat ini.

“Taman di tengah itu akan kami jadikan jalur pedestrian. Jadi ada tiga lajur pejalan kaki,” ujar Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi saat ditemui di Balai Kota Jogja, kemarin (16/4).

Menurutnya, saat ini yang masih dibicarakan terkait dengan in gang atau akses pintu masuk gedung yang ada di sepanjang jalan Suroto. In gang itu penting diperhatikan supaya tidak mengganggu saat trotar untuk pejalan kaki nantinya dibangun. “Ada juga ide untuk menghilangkan pagar gedung, tapi mempertimbangkan keamanan sepertinya sulit diwujudkan,” katanya.

Mantan wartawan ini juga menyebut penataan Jalan Suroto merupakan awal penataan kawasan Kotabaru. Setelah pekerjaan itu selesai, akan dilanjutkan revitalisasi kawasan Stadion Kridosono. Selanjutnya tahun depan atau paling lambat 2020, penataan akan bergeser ke Jalan Sudirman mulai Galeria Mall hingga Gondolayu. “Kami juga akan memperbanyak pepohonan di sana supaya tidak panas bagi pejalan kaki. Yang ada sekarang kita pertahankan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kota Jogja Agus Tri Haryono menyebutkan, saat ini pekerjaan revitalisasi KCB Kotabaru yang didanai melalu Dana Keistimewaan sudah masuk proses lelang. “Sesuai tata kalanya, penataan paling cepat dimulai April, kalau lelang sudah selesai,” ungkapnya.

Agus menjelaskan kedua sisi trotoar di sepanjang Jalan Suroto akan dilebarkan sekitar tiga meter. Saat ini trotoar di jalur itu hanya sekitar satu meter. Pelebaran trotoar akan memakan selokan dan memindahkan sejumlah tiang listrik, serta pohon yang ada di sekitar trotoar.

Posisi selokan nantinya berada di atas trotoar. Dengan trotoar yang luas, kata Agus, maka trotoar tidak hanya berfungsi untuk pejalan kaki, namun bakal ada fasilitas taman dan bangku. “Seperti trotoar di Malioboro,” katanya.

Selain menata trotoar, DPUPKP juga menata taman bagian tengah jalan. Taman itu nantinya akan dipersempit untuk memperlebar jalan. Namun Agus mengaku masih perlu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menggeser pohon. Penataan  mulai dari perempatan Gramedia sampai Stadion Kridosono. (pra/laz/ong)

 

Sumber : www.radarjogja.co.id