Halte Trans Jogja Akan Didesain Ulang

Oleh Dishubdiy

Desain baru ini diklaim lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas

Jatengpos.com, JOGJA-UPT Trans Jogja, Dinas Perhubungan DIY akan mendesain ulang halte untuk merespons keluhan yang dilayangkan Komunitas Perempuan Peduli Pelayanan Publik (KP4). Desain baru ini diklaim lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Jika disetujui oleh kepala daerah, pemugaran halte akan dilakukan tahun ini.

“Kepada ombudsman kami telah sampaikan kalau kami mencoba desain halte yang lebih ramah. Ramah dalam artian penyandang disabilitas bisa lewat situ [halte]. Pejalan kaki juga bisa lewat sana,” ujar Kepala UPT Trans Jogja Sumariyoto usai berdialog dengan Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY di Dinas Perhubungan DIY, Jumat (23/3/2018).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu KP4 mengajukan laporan resmi ke ORI Perwakilan DIY terkait malaadministrasi trotoar di Jogja. Berdasarkan kajian KP4, dari 39 titik trotoar yang diamati, disimpulkan bahwa 37 diantaranya malafungsi. Benda-benda yang disinyalir mengganggu fungsi utama trotoar adalah tiang listrik, pot tanaman, dan halte Trans Jogja.

Desain baru halte yang dibuat UPT Trans Jogja tidak akan memperkecil bangunan demi memberi akses pada pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Sumariyoto mengatakan, nantinya halte akan dibuat jadi terbuka dengan tambahan ram di bagian kiri dan kanan. Ram adalah jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan tertentu sebagai alternatif bagi orang yang tidak dapat menggunakan tangga.

Dengan demikian, lanjutnya, maka penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda akan bisa lewat halte. Begitu pun pejalan kaki, meski sedikit terganggu tanjakan. Penumpang Trans Jogja juga bisa memanfaatkannya sebagai ruang tunggu.

Desain baru Halte Trans Jogja, kata Sumariyoto, akan dipaparkan dihadapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Senin (26/3/2018). “Nanti Senin ada desainnya.”

Koordinator Bidang Penyelesaian Laporan ORI Perwakilan DIY Nugroho Andriyanto membenarkan apa yang dikatakan oleh Sumariyoto. Menurutnya, UPT Trans Jogja menyadari bahwa halte yang didirikan menganggu fungsi trotoar. Tetapi, karena trotoar di Jogja sempit, halte yang berukuran normal, yakni 1,5 meter pun jadi menghabiskan badan trotoar.

“Mereka [UPT Trans Jogja] saat ini sedang berupaya mendesain ulang halte yang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Kalau itu disetujui tahun ini akan dibangun di sekitar 10 titik,” ucap Nugroho.

ORI Perwakilan DIY, imbuhnya, akan terus mengawal malfungsi trotoar di Kota Jogja. Setelah berkoordinasi dengan UPT Trans Jogja, instansi itu juga akan bertemu dengan lembaga-lembaga lain yang mengurusi tiang listrik dan tiang telepon.

 

Sumber : jatengpos.com